1 In city/ mountain/ traveling

Situ Gunung, Ranu Kumbolo Jawa Barat

Beberapa waktu lalu saya pun pernah merasakan hal yang demikian. Jadwal ngetrip udah ada, tapi kelamaan ternyata masih dua minggu lagi. Sedangkan otak udah butuh di-refresh.

Disebabkan banyaknya pertanyaan mengenai destinasi satu ini dan bernasib sama (nggak bisa cuti dan atau nggak punya budget), maka saya putuskan untuk membahas secara detail.

Eng…ing…eng….

Ini dia wisata baru yang dekat, murah, dan meriah (karena bisa piknik cantik maksudnya)!

Kawasan wisata Situ Gunung jawabannya. Terletak di Kecamatan Kadudampit, Kamodabupaten Sukabumi, dan masih merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango. Sangat mudah untuk menjangkau tempat ini. Juga banyak pilihan wisatanya di satu kawasan tersebut. Ada beberapa alternatif transportasi yang bisa digunakan. Waktu itu saya dan beberapa teman nekad ingin membeli tiket kereta ke Sukabumi dari stasiun Bogor Palegan (yang letaknya di dekat Taman Topi).

Jadi, pertama-tama kami naik KRL dulu Depok-Bogor, lalu berjalan kaki menuju stasiun Bogor Palegan. Beruntungnya kami, tiket masih tersisa. Kami optimis mendapatkan tiket ini karena waktu itu kami tidak pergi di saat long weekend ya, juga rajin-rajin mengecek laman resmi PT. KAI mengenai ketersediaan tiket. Tidak secara spontan kami beli on the spot tanpa pertimbangan. Jadi, kalau kamu ingin beli tiketnya OTS juga, saya sarankan untuk mempertimbangkan kedua catatan yang saya dan teman-teman lakukan itu.

Perjalanan kereta Bogor-Cisaat hanya memakan waktu dua jam. Bahkan berasanya hanya setengah jam, maklum kebiasaan naik kereta ekonomi ke daerah jawa yang menghabiskan waktu seharian he…he… Ingat, meskipun lokasinya di Sukabumi tidak berarti berhentinya di stasiun Sukabumi juga, jangan sampai salah ya! Turunnya di Stasiun Cisaat, sebelum Stasiun Sukabumi.

Dari stasiun biasanya banyak angkot yang menawarkan jasa untuk carter, ojek juga begitu (Rp. 30.000/orang). Karena saya dan teman-teman berniat untuk backpacking, maka kami memilih untuk ‘ngeteng’. Sekalian berbaur dan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat.

Stasiun Cisaat, bukan Sukabumi ya!

Dari Stasiun Cisaat kami naik angkot tujuan Pos Polisi Cisaat. Di dekat Pospol ada pasar, kami mampir dulu untuk belanja sayur-mayur. Tujuan kami adalah jalan-jalan hemat tapi makan enak, pokoknya kemping ceria! Mau jalan-jalan, nggak punya duit karena tanggung bulan.

Naek angkot yow

Dari Pasar Cisaat sambung angkot lagi berwarna merah yang langsung ke arah Situ Gunung. Makin lama angkot makin menanjak dan suasana makin sejuk. Hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk akhirnya tiba di pintu Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Tiket masuk seharga Rp.32.500/orang. Mungkin terbilang cukup mahal, tetapi sangat tidak masalah kalau harga yang diberikan sesuai dengan fasilitas yang disediakan dan kebersihan yang terjaga. We’ll see. Hati-hati, suka ada oknum yang minta harga untuk mendirikan tenda sebesar Rp. 15.000 atau lebih. Jangan mau!

Duh, senangnya nggak bawa kulkas (baca: keril)!

Ada beberapa camp ground di Situ Gunung. Pengunjung boleh mendirikan tenda di mana saja selama itu masih di dalam wilayah camp ground, asal tidak di danau. Di dekat camp ground juga terdapat kamar mandi yang terbilang bersih dan tidak bau. Kamar mandi yang terdiri dari beberapa pintu itu sangat terjaga kebersihannya, sehingga tidak membuat pengunjung merasa segan untuk sering-sering ke sana (ya kali aja ada yang hobi kebelet he..he..). Luar biasanya, tidak ada pengunjung lain di camp ground. Hanya ada kami bertiga, sehingga kami bebas mendirikan tenda di manapun. Horeeeeee.!!! *lari-lari di camp ground*

 

Sore harinya turun gerimis, maka kami putuskan untuk melihat danaunya esok hari sekalian ke air terjun. Keesokan harinya kami mengunjungi danau yang ditempuh dengan berjalan kaki selama setengah jam (dengan speed keong). Beberapa orang menyebut danau ini sebagai Ranu Kumbolo-nya Jawa Barat. Ternyata ramai sekali. Banyak pengunjung yang datang khusus untuk berkunjung ke danau ini tanpa menginap. Aroma popmie di mana-mana. Bedanya? Ada sampan dan bebek-bebekan ha..ha.. Untuk menyewanya dikenakan tarif Rp.20.000/orang. Sayangnya, saat itu sedang mendung. sehingga foto yang saya dapatkan tidak terlalu cerah. Namun sangat pas suasananya kalau ingin merefleksi diri. Sendu-sendu galau syahdu gimana gitu.

Ismi – Me – Bayu

Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi di kawasan Taman Wisata Situ Gunung tersebut selain danaunya. Ada air terjun Curug Sawer dan Curuyang Cimanaracun. Karena terbatasnya waktu kami tidak mengunjungi Curug Cimanaracun, hanya ke Curug Sawer yang konon adalah curug terbesar di sebuah Taman Nasional di Indonesia. Jarak tempuh menuju curug tersebut adalah 2 km jauhnya. Curug Sawer jauh lebih ramai dari danau tadi. Saya tidak betah berlama-lama di keramaian, sehingga kami di sana hanya menghabiskan waktu tidak lebih dari setengah jam. Air terjunnya deras sekali, sehingga pengunjung dilarang untuk berenang. Namun terdapat spot khusus bagi pengunjung yang ingin merasakan berbasah-basahan di curug tersebut. Oya, di lokasi curug ini juga saya melihat berdiri beberapa tenda. Mungkin boleh camping di sana. Bila kamu tertarik sila tanyakan terlebih dahulu kepada petugas di pintu masuk. Sepertinya seru mendirikan tenda di tepi curug. Next saya dan teman-teman bertekad balik lagi untuk nenda di sana he..he..

Banyak tukang jajanan di kawasan Situ Gunung, dari mulai cilok sampai bakso *nyum*


How to get there:
 
Alternatif 1
KRL Jakarta – Bogor: Rp.7.000
Kereta Bogor Palegan – Cisaat: Rp.25.000
Angkot St. Cisaat – Polsek Cisaat: Rp. 3.000
Angkot Polsek Cisaat – Situ Gunung: Rp. 8.000

Alternatif 2 (resiko: Jalur rawan macet)
KRL Jakarta – Bogor: Rp. 7.000
Angkot 03 dari depan stasiun sampai Terminal Baranangsiang: Rp. 4.000
Elf jurusan Bogor – Sukabumi sampai pertigaan Cisaat: Rp. 25.000

Beberapa blog dan teman mereview dengan harga tarif berbeda-beda, dibanding yang lain mungkin harga yang saya dapatkan jauh lebih murah. Maklum, punya skill menawar yang cukup mumpuni. Apalagi didukung dengan kemahiran berbahasa daerah setempat: Bahasa Sunda.

Total biaya yang kami keluarkan waktu itu kurang-lebih Rp. 96.500/orang untuk pulang-pergi Jakarta-Situ Gunung (sudah termasuk tiket masuk untuk 3D2N). Di luar pengeluaran untuk makan dan biaya tidak terduga ya 🙂

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    pulau pantara
    June 13, 2017 at 6:27 am

    hhhemmm yumyy, paling mantep di perjalanan ada tukang ciloknya

  • Leave a Reply