Traveling

Lifestyle

Stories

In beach/ beauty & fashion/ traveling

Rekomendasi Baju Renang Muslimah: Kamu Harus Punya!

Salah satu alasan kenapa saya senang berkegiatan outdoor adalah untuk membuktikan bahwa hijab tidak menjadi penghalang untuk produktif dalam beraktifitas. Namun semua tetap harus disesuaikan apakah sejalan dengan ajaran syariat atau tidak, meskipun keislamanku pun masih jauh dari kata sempurna.

Memulai hobi traveling dari lautan hingga akhirnya selama beberapa tahun ini sangat aktif mendaki gunung. Terus terang, pergi ke laut lebih repot. Lebih banyak yang dipertimbangkan dan dipersiapkan. Dari mulai transport seperti sewa kapal yang tidak murah, hingga penampilan yang harus dipikirkan. Of course, masalah outfit selalu jadi hal yang memusingkan untuk dipersiapkan saat mau bepergian. Apa lagi ke laut!

Sebagai seorang yang picky, benar-benar nggak gampang bagi saya untuk milih baju renang yang nyaman khususnya baju renang muslimah. Sekarang udah banyak yang jual baju renang muslimah, memang. Tapi soal nyaman? Nggak jamin, bahkan ada yang harganya hingga hampir satu juta, tapi tetap tidak nyaman karena tidak disesuaikan dengan kebutuhan kita sebagai muslimah. Nggak lucu kan menolak tawaran berlibur ke pantai hanya karena nggak punya baju renang yang pas? Apa lagi yang itu-itu aja.

Baju renang yang saya punya? Ada tiga. Dan hanya satu yang nyaman. Rasanya kesal sendiri kalau upload foto liburan di pantai atau saat snorkeling, kok bajunya itu-itu lagi. Sampai pada akhirnya saya nemu brand baju renang muslimah yang bikin saya jatuh cinta parah!

Jaimelavie namanya. Brand lokal punya pula! Bahannya berkualitas hingga terlihat bakal awet lama, teksturnya adem nan nyaman, dan yang paling penting desainnya fashionable. Harganya? Nggak nyampe 500 ribu, bahkan dia juga sering mengadakan promo diskon. Tiga model favoritku yaitu Chantelle hitam, Leroux, dan Chantelle limited edition. Yang mana yang paling paling saya suka? Duh, pertanyaan sulit. I am in love with them, all of them!

Leroux merupakan model swimwear 1 piece (terusan), namun tidak ketat sehingga kita leluasa untuk bergerak

 

Perpaduan cantik warna Hitam, Dongker, dan Pink

 

Tapi kalo dipaksa milih, mungkin saya akan pilih Chantelle limited edition. Kombinasi warnanya bagus dengan cutting yang menarik. Perpaduan tiga warna; hitam, abu, dan biru. Chantelle terdiri dari dua pieces, atas dan bawah. Atasannya panjang apda bagian belakang tubuh, sehingga menutupi bokong dan tidak perlu khawatir akan naik ketika sedang berada di dalam air. Ini pengalaman pribadi dan masalah yang ditemui kalau pakai baju renang muslimah yang tidak berkualitas. Karetnya mengendur sehingga saat kita berenang bagian atasnya akan naik dan memperlihatkan bagian bokong dan bahkan pinggang. Hal lain yang jadi favoritku juga ada di bagian celana, potongannya lurus menyerupai pipa dan bukan mengerucut, sehingga tidak membentuk tubuh dan sangat menolong bagi yang memiliki paha atau betis besar. Semua potongan celana pada koleksi Jamilavie rasanya sama seperti itu, kecuali model Sirene yang memiliki ruffle di bagian bawah betis. Design-nya oke punya!

 

Chantelle Limited Edition

 

Memiliki kombinasi tiga warna yang menarik: Biru, Hitam, dan Abu

 

Cutting miring dari lengan kanan, melewati badan, hingga ke tangan kiri merupakan design yang menarik dan tidak monoton

 

Chantelle Hitam, juga memiliki design yang sama namun dengan kombinasi warna berbeda: Hitam, Dongker, dan Putih

 

Ukurannya panjang menutup bokong namun tetap nyaman

 

Meskipun berwarna putih tapi tidak menerawang

 

Sekarang pasti kamu khawatir soal jilbab? Jaimelavie juga menjual jilbab khusus untuk berenang yang sangat nyaman, tidak berat ketika di dalam air, dan yang terpenting nggak lari-lari sehingga rambut akan keluar-luar. Kamu bisa bebas ingin menggunakannya di dalam atau di luar baju renang. Jangan takut akan terlihat chubby, karena jilbab Jaimelavie ini sepertinya sengaja didesain antem (alias anti tembem). Jadi, jangan lagi berenang dengan inner ninja yang dijual di pasaran. Itu sangat merepotkan untuk dipakai berenang, karena tidak menutupi leher, bahan terlalu ringan sehingga sering bergeser, dan yang lebih parah adalah rambut sering keluar-luar. Coba deh jilbab khusus renang buatan Jaimelavie. Saya rekomen warna biru dongker dan hitam and I love them so much!

Warna Hitam

Cara 1

Cara 2

 

Warna Dongker

Cara 1

Cara 2

Rencananya, saya akan ambil diving course akhir tahun ini. Dan nggak akan pusing lagi harus beli baju renang di mana kalau ingin nambah koleksi. Tinggal buka instagram @jaimelavie.id. Oya, sebagai informasi saya pakai koleksi Jaimelavie ukuran S. Memang tidak akan fit body karena memang didesain agar tidak membentuk badan. So, langsung follow instagramnya sekarang juga dan kontak WhatsApp di +6281908975702 & Line@ : @jaimelavie(pake @). Jaimelavie juga menyediakan shipping hingga mancanegara.

 

Kalau sudah order, jangan lupa sharing pengalaman kamu menggunakan swimwear Jaimelavie serta tag dan mention @nayadini juga ya!

 

Happy swimming,

The Hijab Traveller

0 In mountain/ tips & tricks/ traveling

Naik Gunung Saat Menstruasi

Udah bikin rencana naik gunung dari jauh-jauh hari tapi ternyata si “bulan”datang?

Sesuai request, saya tulis postingan ini agar teman-teman nggak perlu panik, semua akan baik-baik aja asal kita antisipasi sejak awal. Saya pribadi justru lebih sering naik gunung pas lagi menstruasi. Bukan disengaja, tapi memang menstruasinya yang kadang kecepetan dateng jadi nggak sesuai dengan perhitungan. Keseringan naik gunung pas lagi menstruasi justru jadi hal yang wajar dan menyenangkan buat saya, mungkin karena sudah tahu apa saja yang harus saya persiapkan. Selama ini saya menerima banyak pertanyaan dari teman-teman pendaki perempuan seputar mendaki saat menstruasi. Mari kita breakdown di sini….

  1. Mendaki saat menstruasi, boleh nggak sih?

Banyak yang bilang, jika saat hari keberangkatan ternyata kita menstruasi, maka lebih baik pendakian dibatalkan saja. Hal ini umumnya ditujukan kepada hal-hal mistis, yang sangat lekat dengan gunung. Menurut saya, semua kembali ke kepercayaan masing-masing dan bagaimana menyikapinya. Alangkah lebih baik jika kita lebih fokus pada dampak apa saja yang dapat muncul jika mendaki selama menstruasi dan bagaimana mengantisipasinya, khususnya faktor pribadi. Jika teman-teman beragama muslim, maka sangat disarankan untuk memperbanyak dzikir selama pendakian, sebagai pengganti ibadah solat wajib yang tidak bisa ditunaikan.

 

2. Baru pertama kali naik gunung, pas menstruasi pula. Gimana dong?

Pertama-tama, kamu harus kenali dulu seperti apa diri kamu saat menstruasi, misal gejala apa aja yang biasanya timbul dan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Saya sendiri saat menstruasi biasanya akan muncul nyeri bahkan bisa sampai pingsan. Gejalanya banyak seperti nyeri perut, sakit kepala, sendi ngilu, dan otot pegal. Satu-satunya solusi terbaik untuk mengatasi ketika sedang sakit seperti itu adalah dengan beraktifitas, apalagi mendaki gunung. Medan yang sulit dan bawaan yang berat membuat saya terfokus kepada pendakian dan jadi lupa pada rasa nyeri yang ada. Nah, itu kalau saya. Kalau kamu tipe orang yang justru nggak boleh ngapa-ngapain ketika lagi nyeri haid, lebih baik disiasati dengan cara seperti membawa daypack (tas gunung ukuran 25-35 liter). Orang yang baru pertama kali naik gunung biasanya akan mengalami euforia, seperti pengin bawa banyak barang ataupun keril gede biar kelihatan keren kayak pendaki-pendaki lain. Jangan deh, daripada nanti kamu menyusahkan diri sendiri dan orang lain kalau harus bawain keril kamu. Kerilnya sendiri aja udah pasti berat, kan?

Kalau kamu biasa minum jamu atau obat pereda rasa nyeri (atau minyak angin) sebaiknya dibawa dan ditaruh di bagian yang udah dijangkau. Terus terang, kalau di “darat” saya sering ngerasa nggak kuat nyeri dan minum jamu kunyit asem kemasan yang katanya nggak baik buat kesehatan bila dikonsumsi terus-terusan. Tapi kalau lagi mendaki saya nggak pernah merasa perlu minum gitu-gituan dan kuat dengan sendirinya, mungkin karena kepikiran puncak. Semangat!!!

 

3. Kalau menstruasi ganti pembalutnya gimana dan sampahnya buang di mana?

Jawabannya, ganti di tenda, tapi itu kalau sudah sampai di camp area. Nah, kalau belum?

Mungkin banyak teman-teman yang kalau lagi menstruasi dalam sehari bisa ganti pembalut sampai lima atau enam kali. Saya juga begitu soalnya he..he.. It’s okay, kalau sedang di pendakian dan teman-teman merasa sudah “penuh” atau tidak nyaman, minta waktu sebentar kepada teman-teman rombongan dan mencari tempat yang aman untuk mengganti pembalut. Saya sarankan untuk memakai pembalut malam yang uurannya lebih panjang dan lebar. Kemudian masukkan ke dalam plastik, simpan di plastik khusus sampah pribadi dan letakkan di dalam keril. Pastikan tidak tercium bau darah karena dapat memicu datangnya hewan buas (kalau naik ke gunung yang ada hewan buasnya). Ketika sampai di camp area nanti, teman-teman bisa kembali mengganti pembalut dan membersihkan daerah kewanitaan dengan tisu basah yang setelah dipakai dibungkus plastik, lalu dimasukkan ke plastik khusus tadi untuk dibuang jika sudah sampai di rumah nanti — Ingat, jangan buang di gunung!!! Akan lebih baik jika teman-teman sudah menempelkan pembalut dengan underwear dari rumah, jadi tidak perlu repot memasang, karena saat di dalam tenda teman-teman akan sulit bergerak apalagi berdiri.

 

Itu dia tiga tips utama yang harus kamu perhatikan jika ingin mendaki saat menstruasi. Persiapkan fisik sebaik mungkin ya, dengan banyak minum air putih, makan yang bergizi, dan latih emosi — naik gunung biasanya sangat menguji kestabilan emosi kita, apalagi kalau lagi menstruasi yang senggol-dikit-bacok coba?

Lagi-lagi, kamu yang lebih mengerti sekuat apa dirimu. Jika memang ragu dan tidak mampu, lebih baik bersabar dulu dan undur pendakian sampai waktu yang pas. Itu tadi tiga pertanyaan yang paling sering ditanyakan, kalau ada pertanyaan lainnya bisa langsung kontak ke line nayadini atau email nayadini@icloud.com.

 

See you, travellers!

 

Nay.

 

0 In puisi

Sajakrasa120417

Seseorang dibangunkan malam
Bersenandung harga mati
Aku mengantar darahku sekuat tenaga
Dibayar ludah dan jejak langkah bahagia menuju simalakama

Sajak ini tak pernah ditulis
Kau bicara dengan ketakutanmu sendiri
Pernah sekali sinarmu menyentuh mata puisi
Di kotamu tak ada aku

Aku tak ingin membuka mata
Aku takut tak menggenggam apa-apa

0 In Kisah/ kisah/ Kisah

Pernah

Pernahkah kamu merasa genap memiliki segalanya malah membuatmu merasa kosong tidak memiliki apa-apa?

 

Saat di mana kamu tersadar bahwa lelah dari kakimu yang berlari ternyata tidak berpindah ke manapun, tidak menuju kepada apapun. Hanya membuat dirinya lelah dan membuat dirimu hampir putus asa. Kanal yang dijanjikan tak jua kau temukan. Membawamu pada pertanyaan menghakimi yang menimbulkan benci terhadap apa itu mimpi. Dan hari-hari dalam hidupmu hanya terasa seperti sebuah pengulangan panik dalam kisah yang sering kautampik.

Ingin kutemukan di mana saja yang dapat menjualkan jiwanya pada selembar tubuhku. Agar bernyawa dan setiap engsel belulang tak hanya seperti dipaksa untuk menjalankan apa yang tak pernah dikehendakinya. Usia berlari kepada Jingga, tapi ketidaktahuan masih saja menjadi nama. Aku hanya tahu luka kian nganga kian nyata setelah di tungku baka, mengutip kata Adimas saat kutanya soal Mantra Tubuhmu.

Seolah aku dilahirkan oleh nyala api, atau beku suhu Antartika. Tidak kurasakan perih apapun saat darah tumpah menghujani masa lalu kita. Atau pula rasa bahagia yang dapat membuka mata. Sejumlah sabda hilang arah, terkadang menelanku hidup-hidup sebelum akhirnya dimuntahkan kembali. Aku ingin terlahir kembali, tidak sebagai tubuh tanpa jiwa ini. Atau mungkin tubuh dengan jiwa yang telah dihabisi, bukan setengah. Kata ‘hampir’ selalu membawaku pada kesia-siaan. Seperti hampir mati, alih-alih akhirnya mati.

Aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin tersaruk dalam kata-kata dan dapat kembali berani menatap dunia yang tak akan pernah kembali sama.

 

0 In mountain

Menemukan Pria Idaman di Gunung

Beberapa waktu lalu saya mendapat undangan untuk turut menulis di hipwee.com. Ajakan itu tentu merupakan sebuah kehormatan bagi saya yang pamali untuk ditolak. Saya ingin menulis tentang sesuatu yang bertema travelling namun dikemas ringan. Jadilah sebuah artikel sesuai dengan yang saya amati selama beberapa kali mendaki gunung: Bahwa gunung adalah tempat paling ideal untuk menunjukkan apakah dia adalah pria yang tepat atau bukan. Yang mungkin tidak bermakna sama dengan judul artikel di Hipwee: Cowok Naik Gunung Itu Suami-able Banget. Judul terebut dibuat oleh editor Hipwee. Mungkin agar terlihat fenomenal dan menarik. Namun bagi saya agak berlebihan dan memiliki makna yang berbeda dengan yang saya maksud. Tidak apa-apalah asal bukan isinya yang diubah total, pikir saya.

 

Makin ganteng ya mantan aku kalo lagi naik gunung

 

Pada awalnya, hanya ada tiga poin yang saya buat, namun saya tambah dua lagi karena jenis tulisan Listicle pada Hipwee harus minimal sebanyak 5 poin. Berikut adalah alasannya mengapa paling tepat menilai seorang pria idaman ketika naik gunung:

  1. Jiwa Kepemimpinanya

Jelas, akan terlihat seperti apa dia menyikapi para anggota tim. Jiwa kepimimpinan itu dapat dilihat secara personal, tidak serta merta harus jadi pemimpin regu terlebih dahulu. Yang ditunjuk menjadi ketua regu dan memandu tim belum tentu memiliki jiwa kepemimpinan daripada yang tidak. Yang  sweeping di belakang juga belum tentu tidak bisa memimpin, siapa tahu justru dia malah lebih mengayomi karena memastikan segalanya aman terkendali.

  1. Sikapnya Memperlakukan Perempuan

Saya memiliki begitu banyak teman laki-laki dan mereka sering memperlakukan saya sama rata, seperti teman laki-laki lainnya. Saya tidak masalah dengan hal ini karena dengan begitu saya merasa mereka mengakui bahwa saya tidak manja dan sama kuatnya dengan mereka. Namun mereka sering kali tidak tahu bahwa diam-diam saya menilai karakter mereka sebagai seorang laki-laki. Saya sangat senang mengamati orang lain khususnya dari hal-hal kecil yang biasanya dianggap tidak penting. Pada artikel di hipwee tersebut saya menjelaskan bahwa hal-hal kecil bagi saya sangat penting dan menentukan hal besar. Seperti misal sensitifitasnya. Sedekat-dekatnya teman laki-laki dengan seorang perempuan, tetap saja kita bisa menilai bagaimana sifat mereka menyikapi hal tersebut. Terlepas dari dia menyimpan perasaan kepada kita atau tidak. Faktor satu ini bagi saya cukup untuk mewakili bagaimana ia memperlakukan ibunya di rumah.

  1. Ibadah yang Dijaganya

Naik gunung itu capek, dingin, susah air, boro-boro deh kuat wudhu mau gerak aja mager. Nah, ada banyak banget emang alasan buat meinggalkan ibadah. Banyak juga yang berpikiran, “Tuhan pasti ngerti kalau kita lagi kesulitan air dan dalam keadaan kotor (literally)” atau “Kita kan musafir, dikasih kemudahan masa’ nggak digunakan.”. Entahlah…. tapi banyak juga yang masih bisa menjaga solatnya kalau mendaki gunung. Jadi, menurut saya kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Dan hal-hal semacam itu kerap menjadi pertimbangan besar saya terhadap seseorang. Urusan seseorang dengan Tuhan-Nya memang privasinya. Namun merupakan salah satu kriteria terpenting bagi saya untuk menentukan calon pasangan.

 

Itu lah 3 dari lima artikel listicle yang saya buat di Hipwee. Dua poin lainnya bisa kamu lihat sendiri melalui link di bawah ini. Jika ada ketidaknyambungan antara sub judul dengan artikel, maka itu adalah perbuatan editor Hipwee ya. Huhuhu.

http://www.hipwee.com/list/mencari-pria-idaman-paling-tepat-adalah-di-gunung-ini-5-alasannya/