Traveling

Lifestyle

Stories

0 In Kisah/ kisah/ Kisah

Masih Sama

Sekali lagi, namamu menyeruak di setiap jeda dalam napasku. Lebih lagi, bayang tentangmu mengombak mencipta gejolak di dada. Dunia serta-merta benderang, bahkan langit sore menjatuhkan bintang-bintang.

Sementara kau tersisip menjelma rindu dalam spasi-spasi rangkai kata yang kucipta.Β Aku kini memiliki hobi baru, mereka-reka setiap waktu apa yang sedang ada dalam pikirmu. Adakah aku terbersit di dalamnya?

Pertemuan denganmu menjadi ritual yang paling kutunggu, sering kali membuat resah dan gelisah, namun aneh terasa semua berlalu begitu cepat tatkala kita tengah berjumpa. Kemudian yang bisa aku lakukan hanya bersabar untuk pertemuan berikutnya.

Kita serupa aktor melodrama, dan aku benci mengakuinya. Melakoninya adalah satu-satunya cara yang kubisa, meski sering kali bahagiaku diputar-balik praduga. Aku ternyata menginginkanmu sebanyak yang tak kuduga, tanpa kusadari doa-doaku menjadi lebih panjang dari biasanya. Namamu berulang kali dipantulkan benakku sendiri, terpantul berkali-kali di telinga dan di hati. Hanya saja pada hati, tertinggal juga debar yang tak kumengerti.

Aku tak ingin bermain judi. Maka dari itu, ada kah buku petunjuk yang akan mengantarkanku ke mana seharusnya aku melabuhkan diri? Jika salah jalan kutempuh, akankah kita berjumpa di persimpangan jalan dan pulang bersama?

Segala yang pernah terasa tak mungkin kini menjadi ingin. Melihatmu berjuang keras membuatku ingin menjadi pendukung paling utama. Segala mimpi yang kau cita-citakan seperti ingin kubantu untuk wujudkan, karena mimpi kita selaras nyatanya.

Aku melihat masa depan pada kedua mata yang kaupunya. Bagian ini tak akan bosan kusampaikan, karena memang ia satu-satunya petunjuk yang kudapatkan dengan tanpa kuminta. Segalanya tergambar jelas di sana. Tentang mimpi-mimpimu dan keinginanmu untuk melibatkan aku di dalamnya, namun ada urung di sisi lainnya.

Untuk pertama kalinya, begitu sulit merajut kata kala hati sedang berbunga. Entah karena terlalu bahagia, atau pula karena telah habis daya karenamu. Yang ingin kulakukan hanya melihatmu terus-terusan dari kejauhan, kemudian diam-diam menyimpan senyumΒ  dan menabung rindu satu per satu.

Semestaku mengatakan kita akan dipersatukan masa depan. Notifikasi darimu mungkin akan menjadi satu-satunya pengobat rindu bila hariku tak berhadiahkan temu. Aku tahu semua tak akan melulu berujung kecewa, aku tahu trauma tak selamanya menyisakan duka dan cerita yang hampir sama. Kau — kuyakin — akan menjadi cerita paling sukacita dalam sejarah panjang hidupku nantinya. Dan semua tak hanya tentangmu, melainkan tentang kita dan hal-hal menarik lainnya.

0 In Kisah/ kisah/ Kisah

Pada Sepasang Mata

Bertahun-tahun aku bertahan menyimpan elegi tentang seseorang yang tak mau kuingat lagi di satu sudut rahasia. Aku selalu berharap seluruh yang pernah kulakukan akan luruh dan terabaikan. Namun, selalu gagal terlaksanakan.Β 

Perlahan, saat tak kukehendaki, muncul sebuah tanya yang membuat lega dalam benak tak dinyana. Bayang-bayang kelabu kian sirna di sawang. Butuh triliunan detik untuk aku bisa menerjemahkan konspirasi semesta, yang kala itu paradoks dengan warna langit berwarna nila — seolah sedang berkelahi dengan waktu sehingga lebam seluruh permukaannya. Kembali padamu, pria yang membuat kata-kata jadi tak berharga. Mulai saat itu, saat tatap kita beradu dan seribu kata membeku, batinku kerap menciptakan gema tanpa makna. Atau aku yang terlalu takut untuk dengan baik menyimpulkan maknanya. Berhari-hari setelahnya, kau menjelma poros yang menarik kesemua energi dan emosiku di saat yang sama.

Pada matamu, aku menemukan kisah-kisah bahagia dengan sosok diriku di dalamnya. Aku tak ingin besar kepala, namun matamu mencumbu isi kepalaku berkali-kali dan aku tahu dengan jelas kau sengaja melakukannya. Rasa cemburu muncul satu per satu, semisal saat seluruh waktumu dapat memiliki utuh dirimu sedangkan aku tidak. Juga saat mimpi-mimpimu merebut seluruh perhatianmu sehingga tak ada lagi tersisa untukku. Di antara cabang-cabang dari rencana yang kau punya, aku ingin ada namaku tertulis di salah satu dahannya.Β Rasa-rasanya, aku jadi tak mengenal diriku sendiri, dalam waktu teramat singkat ini aku begitu yakin ada potangan jiwaku kau miliki. Aku tidak paham bagaimana kau bisa terasa tak asing bagiku. Melihat sosokmu seperti melihat diriku sendiri, teramat aku mengenalinya, atau mungkin lebih tepatnya melihatmu seperti melihat seseorang yang selama ini bersemayam dalam mimpi dan doaku.

Tuan, adalah sebuah kegembiraan yang tenang, membayangkan kita menua bersama-sama dengan kesamaan yang kita punya.

 

0 In puisi

Sajakrasa041017

Tak perlu menetap untuk menatap
Sebab kalian telah tinggal di satu sudut dalam otakku
Kita telah saling tahu
Meski aku ingin lebih dari itu
Mengenal baik satu per satu seperti hadiah paling kutunggu
Begitu menyenangkan membayangkan masing-masing kita menggapai cita
Berjumpa di belahan dunia lainnya
Dengan cara yang tak kita duga
Pada nyatanya
Sering kali memang semesta bertindak di luar kehendak
Serupa pertemuan ini yang menjumpa akhir cerita
Namun, untuk diingat, perpisahan hanyalah jeda agar rindu dapat bermakna

Kediri, 04-10-2017

28 In beach/ city/ culinary/ hangout

Ini Dia Wisata dan Budaya Kabupaten Tangerang!

I am so grateful that I had chosen as one of Ambassadors of Tourism and Culture at Tangerang Regency 2016. Despite that, there were a lot of people asking me why Tangerang and not Jakarta (as Abang – None)?

(Sebenernya, lebih banyak yang tanya “KOK BISA-BISANYA LO IKUTAN AJANG PEAGENT?”. Sama, saya juga bingung ha..ha..)

Call me classic, tapi jawabannya adalah karena Kabupaten Tangerang memiliki potensi pariwisata dan budaya yang belum terlalu dikenal dengan baik, because I do love tourism, juga karena ingin mencari teman di Tangerang karena selama pulang ke rumah mama selalu mengeram di dalam rumah karena semua teman ada di Jakarta. One thing for sure, saya tidak pernah menganggap ini sebagai kompetisi, sehingga tidak merasa perlu bunuh diri ketika tidak dinyatakan menjadi juara πŸ™‚

Kabupaten Tangerang memiliki berbagai objek wisata yang dapat dikunjungi. Saking banyaknya, mari kita bagi ke dalam beberapa kategori agar lebih mempermudah.

1. Wisata Belanja

Dari seluruh wilayah di Banten, saya percaya diri untuk mengatakan bahwa pusat perbelanjaan paling asyik ngumpulnya ya di Kabupaten Tangerang. Menariknya, banyak yang tidak mengetahui bahwa AEON Mall adalah bagian dari Kabupaten Tangerang tepatnya di kecamatan Cisauk. Seain Mall yang khas dengan Japan stuffs ini masih banyak wisata belanja lainnya yang juga menjadi favorit, yaitu Summarecon Digital Serpong, Supermal Karawaci, dan Summarecon Digital Center, dll.

2. Wisata Bahari

Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa Provinsi Banten memiliki pantai-pantai yang indah seperti Anyer, Sawarna, Carita, Bagedur. Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari Banten juga memiliki pantai yang bisa kamu kunjungi seperti Pantai Tanjung Pasir, Pantai Pulau Cangkir, dan Pantai Tanjung Kait.

3. Wisata Alam

Selalin pantai, Kabupaten Tangerang juga memiliki wisata alam lain seperti Hutan Keramat Solear yang berada di Kecamatan Solear, di mana terdapat banyak pepohonan rimbun serta fauna seperti beberapa ekor kera yang konon katanya tidak pernah berkurang atau bertambah jumlahnya. Wisata alam lainnya yang pernah saya kunjungi adalah Telaga Biru Cigaru, yang saya sebut sebagai Danau Kaolin versi Tangerang. Cara untuk mengunjunginya sudah pernah saya tulisΒ di sini.

4. Wisata Budaya

Masyarakat di Kabupaten Tangerang terdiri dari beragam budaya seperti Sunda, Betawi, dan Tionghoa, sehingga budaya yang dihailkan juga beragam. Salah satu contohnya adalah Wihara Tjoe Soe Kong, yang merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Tionghoa yang berada di Kecamatan Teluk Naga. Wihara ini terletak dekat dengan Pantai Tanjung Kait. Detail lebih lengkapnya mengenai Wihara ini juga sudah pernah saya reviewΒ di sini. Perpaduan ketiga budaya ini juga menghasilkan budaya unik untuk Kabupaten Tangerang sepertiΒ Tari Cukin dan Topeng Si Tolay. Sehingga menjadi Seni Pertunjukan yang populer di daerah Kabupaten Tangerang.

5. Wisata Konvensional

Apa sih sebenarnya arti dari Wisata Konvesional? Adalah wisata yang jauh dari alam, berupa infrastruktur bangunan, di mana wisatawan yang datang dapat beristirahat dan dapat merawat diri. Hotel misalnya. Tentu saja terdapat banyak jenis hotel yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang yaitu Hotel Imperial Aryaduta, Hotel Atria, Hotel Ara, dan lain sebagainya.

6. Wisata Religi

Jangan terkecoh perbedaan wisata religi dan wisata budaya, meskipun beberapa wisata religi dapat juga diklasifikasikan sebagai bagian dari wisata budaya seperti Klenteng Tjo Soe Kong. Fokus utama wisata religi adalah tempat beribadah, seperti Masjid Agung Al-Amjad. Salah satu wisata religi favorit saya di Kabupaten Tangerang adalah Masjid Asmaul Husna di Summarecon. Dinding bangunannya terbuat dari susunan 99 Nama Allah (Asmaul Husna) dengan warna hijau. Arsitek yang membuatnya tak lain dan tak bukan adalah the talented one Kang Ridwan Kamil.

7. Wisata Minat Khusus

Selama masa pembinaan Kang Nong, saya masih gagal paham sebenarnya apa saja yang masuk ke dalam kategori Wisata Minat Khusus. Dan ternyata bukan hanya saya, beberapa teman finalis juga memiliki kebingungan serupa. Well, i will let you know sebenarnya apa itu Wisata Minat Khusus dan apa saya yang termasuk menjadi bagiannya. Dalam Bahasa Inggris, Wisata Minat Khusus dikenal sebagaiΒ Special Interest Tourism. Dilihat dari namanya, sesuai dugaan saya wisata ini merupakan wisata yang anti mainstream.

Apa saja yang termasuk Wisata Minat Khusus? KEMENPAR menyebutkan bahwa Wisata Minat Khusus bisa terdiri dari wisata olahraga, edukasi, dan MICE. Apa itu MICE? Ialah Meeting, Incentive, Convention, Exhibition. Di Kabupaten Tangerang ICE (Indonesia Convention Exhibition) yang berada di Kecamatan Pagedangan adalah bagian dari MICE. ICE juga merupakan Convention Hall terbesar se – Asia Tenggara. Banyak yang tidak tahu bahwa ICE ini milik Kabupaten Tangerang, melainkan wilayah lainnya. Now you guys know πŸ™‚

Agar tidak bingung, ini poin-poin yang bia dikategorikan sebagai bagian dari Wisata Minat Khusus:

1. Rewarding, penghargaan terhadap objek yang dikunjungi.
2. Enriching, pengkayaan diri, dapat juga dalam rangka bisnis.
3. Adventure, minat bertualang yang tinggi.
4. Learning, keinginan untuk mempelajari hal yang baru.

Yes, Scientia Square Park juga bisa dikategorikan menjadi bagian dari Wisata Minat Khusus. Karena terdapat wisata yang edukatif dan adventure seperti bercocok tanam (nuansa pedesaan di tengah kota), hingga wall climbing dengan pendampingan khusus tentuya.

Omong-omong soal budaya Kabupaten Tangerang, apalagi hasil kebudayaannya yang potensial untuk mendatangkan penghasilan bagi warganya? Yak, Topi Bambu!

Nah, itu dia semua wisata-wisata yang ada di Kabupaten Tangerang. Saya pribadi belum mengunjungi kesemuanya, masih dalam proses. So, ada banyak alasan untuk berwisata di Kabupaten Tangerang. Ayo kunjungi Kabupaten Tangerang!

Good luck juga untuk seluruh finalis Kang & Nong Kabupaten Tangerang. Semoga catatan ini dapat membantu πŸ™‚

31 In city/ traveling

Telaga Biru Cigaru: Wisata Alam Hits di Tangerang

Selain terkenal oleh wisata belanjanya seperti Summarecon Mall Serpong, Supermall Karawaci, hingga AEON Mall, Kabupaten Tangerang juga memiliki wisata alam yang wajib dikunjungi. Selain karena dekat dari ibu kota, umumnya juga murah meriah bahkan tidak dipungut biaya. Serius!

Jangan khawatir jika kamu tidak membawa kendaraan pribadi, karena telaga ini sangat mudah diakses dengan angkutan umum. Perjalanan dapat dimulai dari stasiun Tanah Abang. Pilih kereta jurusan Maja dan turunlah di stasiun Tigaraksa (Flash tip: Tanya lah petugas stasiun apakah kereta tersebut berhenti di stasiun Tigaraksa atau hanya sampai Parung Panjang, karena jika hanya sampai Parung Panjang maka kamu harus menyambung lagi ke Tigaraksa).

Kebetulan beberapa hari lalu ada teman dari luar kota yang sedang berkunjung ke Tangerang dan ingin berjalan-jalan. Sekalian saja saya ajak ke Telaga Biru Cigaru ini. Karena saya tinggal di Kabupaten Tangerang, saya hanya perlu naik kereta dari Stasiun Rawa Buntu. Kereta menuju Maja cukup lama dan jarang, sehingga dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam hingga tiba di Stasiun Tigaraksa. Jangan bayangkan stasiun ini sama seperti stasiun-stasiun lainnya yang modern dan terdapat minimart. Di Stasiun Tigaraksa hanya terdapat banyak warung-warung penjual makanan seperti soto, bakso, dll. Satu-satunya store hanya ada Roti O (Flash tip: Sebaiknya siapkan camilan karena di Stasiun Β Tigaraksa tidak terdapat minimart A ataupun I ).

Selanjutnya, kamu bisa menggunakan ojek atau angkot. Pangkalan angkot terletak sekitar 300 meter dari stasiun. Dan ternyata di sana terdapat minimart (tentu saja sepasang, A dan I). Lumayan masuk buat ngadem, karena suhu di sana sangat panas dan lembab. Sampai-sampai saya bertanya ke pramuniaga, apakah terdapat pantai di daerah tersebut karena suhu dan hawanya persis seperti dekat laut karena setahu saya tidak ada. Dan memang mbak pramuniaga menjawab, tidak ada. Jadi, pastikan kamu menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak gerah. #FlashTip

Angkot berwarna putih-tosca dengan jurusan Balaraja – Adhyasa. Jangan takut akan salah naik angkot karena hanya ada satu jenis angkot dengan satu jurusan. Kamu bisa turun di pertigaan SMAN 08 Cisoka, adanya di sebelah kanan jalan. Patokannya? Jika kamu sudah melewati Grand Balaraja (di sebelah kiri jalan), berarti pertigaan SMAN 08 Cisoka tersebut sudah dekat #FlashTip. Tidak terdapat banyak petunjuk menuju Telaga Biru Cisoka. Saat saya pertama kali pergi ke Telaga Biru, saya benar-benarΒ get lost karena SMA 08 Cisoka tersebut tidak ada di dalam peta!

Ongkos angkot untuk per orangnya Rp.7.000. Jangan sampai kamu terlihat seperti turis karena supir angkot bisa tidak memberikan kembalian jika jumlah uang tidak pas. Lebih baik tanya ke penumpang lainnya jika kamu ragu akan pertigaan SMAN 08 Cisoka yang dimaksud. Setelah turun di pertigaan tersebut akan ada pangkalan ojek yang menawarkan jasa. Saya memilih untuk menggunakan jasa ojek karena ini dapat memberikan pemasukan bagi warga sekitar. Hal ini tentu menjadi bentuk dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas dan sumber penghasilan masyarakat setempat. Ojek ini akan mengantarkan kita hingga ke lokasi Telaga Biru. Dan menggunakan ojek jauh lebih mudah dan murah daripada membawa kendaraan pribadi jika ke Telaga Biru (Flash tip: Menuju Telaga Biru terdapat banyak pungutan liar, bahkan kamu bisa tiga kali membayar, satu-satunya cara agar terhindar dari pungli tersebut adalah menggunakan jasa ojek). Karena untuk kendaraan pribadi akan dikenakan biaya sebesar Rp.5.000 untuk motor dan Rp.20.000 untuk mobil. Dan setelah gerbang masih ada pos lagi yang mengharuskan kamu untuk membayar (kalau tidak salah untuk per orangnya dan kendaraan juga), belum lagi biaya parkir. Sedangkan jika naik ojek, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp.15.000 dan tidak ada biaya masuk wisata untuk per orangnya alias gratis! #FlashTip

Banyak juga yang akhirnya memilih berjalan kaki dari pintu gerbang agar tidak harus membayar. FYI, dari pertigaan SMAN 08 Cisoka hingga Telaga Biru kira-kira jaraknya 3 km bok! Letak gerbang Telaga Biru itu kira-kira di tengahnya, masih jauh dari lokasi telaga. Duh, terlalu nyiksa diri kalau mau jalan kaki di pinggir sawah dengan suhu seterik 32 derajat. Mending uangnya buat makan bakso di pinggir telaga nanti.

Jejeran warung di tepian tebing pasir Telaga Biru Cisoka

 

Telaga Biru Cisoka dulunya adalah galian pasir yang tidak beroperasi lagi sejak dua tahun lalu (pasir Cisoka terkenal sangat bagus dan dikirim ke mana-mana). Sehingga cekungan terbendung air hujan yang kemudian menjadi telaga. Namun uniknya telaga ini berwarna biru jernih. Sangat berbeda dengan danau alami yang terletak bersebelahan dengannya. Dan tidak hanya satu, total ada empat telaga biru yang tercipta). Seiring dengan terkenalnya Telaga Biru, muncul mitos-mitos yang berkembang, seperti adanya bidadari yang pernah datang ke telaga ini dan membuat air danaunya menjadi biru yang indah. Instagramable banget!

Danau Alami yang berwarna hijau

 

Danau buatan atau Telaga Biru Cisoka (terletak bersebelahan dengan Danau Alami)

 

Patung Banteng yang merupakan ikon dari PT. Badak Perkasa Group (perusahaan yang membuat galian pasir di wilayah tersebut)

Di telaga tersebut pengunjung dapat menikmati keindahan dengan menaiki sampan. Terdapat juga sepeda bebek di danau alami sebelahnya bila kamu ingin menikmati keindahan telaga dari sisi yang lain. Birunya Telaga Cisoka tersebut membuat saya tidak pernah menyesal untuk kembali lagi dan lagi ke sana.

Saya tiba jam sebelas dan sudah pulang pukul setengah dua karena tidak tahan cuaca yang sangat puanas. Karena tidak ada jam tutup di Telaga Biru, saya sarankan untuk berkunjung di pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas. Apalagi jika sedang banyak angin, dijamin betah.

Ayo, berkunjung ke Telaga Biru Cisoka di Kabupaten Tangerang!

 

How to get there:

Alternatif 1
Β 
KRL Jakarta (Tanah Abang) – Tigaraksa: Rp.6.000
Angkot St. Tigaraksa – Pertigaan SMAN 08 Cisoka: Rp. 7.000
Ojek dari Pertigaan SMAN 08 Cisoka hingga Telaga Biru: Rp. 15.000

Tiket masuk per orangan: FREE jika menggunakan jasa ojek πŸ˜‰

Β 

Alternatif 2

KRL Jakarta (Tanah Abang) – Tigaraksa: Rp.6.000
Ojek dari Stasiun Tigaraksa – Telaga Biru Cigarus Rp. 45.000

Tiket masuk per orangan: FREE jika menggunakan jasa ojek πŸ˜‰

 

nb: bagi yang butuh kontak jasa ojek untuk ke Telaga Biru Cigaru atau ingin tanya apapun seputar telaga bisa reply di kolom komentar di bawah ini atau langsung email nayadini@icloud.com/line nayadini.

 

Salam,

Duta Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tangerang 2016