0 In Lifestyle

Menginap A la Bule di Belitung

Pernah nggak kamu mau liburan ke luar kota tapi malah lebih excited untuk ngerasain tempat menginapnya?

It happened to me once, especially when I visited Belitung last month. Ya excited juga sih buat eksplor Belitung apalagi menikmati pantai-pantai cantiknya. But, baru kali ini, di Indonesia, bakalan nginep di……. I don’t know which word to define it, hostel?

Well, sebenarnya hostel jenis ini biasa aja kalau di luar negeri (sebagian orang menyebut hostel jenis ini sebagai dorm), malah konsep ini tergolong budget hostel yang kadang mau nggak mau jadi pilihan kalau kamu backpacking hemat. Kebayang kan gimana deg-degannya kalau sekamar sama bule-bule atau orang asing berbeda kebangsaan. Belum lagi kalau mereka pulang tengah malam after party dan bau alkohol. Yuck!

Kalau di Indonesia, masih jarang banget penginapan yang menerapkan konsep seperti ini, meskipun sudah banyak di beberapa daerah. Salah satunya adalah di Belitung. Nggak mentang-mentang satu kamar untuk delapan orang, kemudian budget hostel dibuat asal-asalan. Asal bisa tidur, asal ada kasur, sukur-sukur dapat lemari atau laci. You wish! Tapi kalau di Indonesia, budget hostel justru dibuat sangat menarik dan nyaman, juga ada laci tentunya. Kita liat Dric’s House, satu-satunya budget hostel dengan fasilitas oke punya yang ada di Belitung.

Satu kamar untuk delapan orang. AC -nya dua kok!

 

No smoking Uyeaaah! Beda banget sama hostel abal di luar yang sering ngebiarin tamunya merokok di dalam kamar

 

Karena saya menginap di hari biasa atau weekdays, jadi Dric’s House nggak terlalu ramai. Orang-orang baru saja check out kemarin saat hari Minggu, kata room boy. Jadi, saya bisa milih deh mau di tempat tidur yang mana hehehe. Oya, untuk laki-laki kamarnya di lantai atas, yang di bawah khusus untuk perempuan. Jadi, meskipun sekamar dengan orang lain, kita nggak akan sekamar dengan lawan jenis, nggak kayak di luar negeri ya yang bisa sekamar dengan siapapun.

 

Milih yang bawah dan paling pojok dekat dinding

 

Saya juga sangat excited menebak-nebak seperti apa teman sekamar di hostel nanti. Karena konsep penginapan seperti ini masih jarang di Indonesia, jadi mungkin kebanyakan orang masih belum terbiasa untuk berbagi kamar dengan orang lain. Yang ada di pikiran saya waktu itu adalah, pasti yang menginap di sini sudah sering backpacking ke luar negeri, jadi sudah terbiasa dengan budget hostel. Nah, teman sekamar saya katanya orang Jakarta juga, tapi kami nggak pernah tatap muka karena saat saya bangun subuh dan berangkat untuk jalan-jalan, dia belum bangun dan saat saya pulang dia sudah di dalam “sarangnya” dengan menutup “tirai” sambil menelpon pacarnya yang orang bule (lah, nguping :p).

Ibu resepsionisnya bilang, tamu yang menginap di sini banyaknya bule. Malah sempat ada bule yang menginap sampai satu bulan. Padahal sebelum memutuskan menginap di sini dia tanya-tanya doang lalu keliling membandingkan dengan hostel lain, lalu ujungnya balik ke Dric’s House lagi.

 

Mentang-mentang di kasur atas nggak ada orang, semena-mena jemur kaos kaki di tangga. Nggak boleh dicontoh ya :p

 

Menariknya, di Dric’s House ini juga disediakan Happy Corner, yaitu ruang khusus buat nonton film atau buku karena disediakan banyak sekali DVD dan buku, letaknya di lantai dua. Saya hanya foto satu sudutnya, yang satu lagi di tempat ada TV LCD-nya backlight.

Kalau lagi nunggu dijemput, saya bisa sambil baca-baca di sini

 

Kamar mandinya di setiap lantai ada tiga, jadi nggak perlu khawatir berebutan karena semua pasti kebagian. Kalau kamu malas bawa sabun dan sampo, di sini disediakan, tapi tentu saja nggak ada sikat gigi ya karena ini hostel bukan hotel. Ada air hangat juga, karena meskipun cuaca di luar panas, Belitung sangat dingin kalau malam. Buat orang yang terbiasa mandi sebelum tidur, ini sangat membantu.

 

Bersih dan kering. Jadi betah….. #eh

 

Wastafelnya bagus. I love every corner of this hostel!

Enaknya lagi menginap di sini adalah kamu akan mendapatkan sarapan yang nggak asal-asalan. Setiap pagi disediakan roti, selai, kopi, dan teh di meja makan. Tapi selain itu ada juga nasi uduk, besoknya saya dikasih nasi kuning. Saya pikir hanya roti aja kayak penginapan pada umumnya. Entah apakah ini sang penjaga hostel yang sangat berbaik hati karena melihat saya kurus, eh salah maksudnya, apakah karena tamu sedang tidak terlalu ramai jadi turut dibelikan (kayaknya sih ibunya memang beli nasi itu buat . sarapan bareng keluarganya) atau memang standar pelayanannya seperti itu. Kapan-kapan saya coba menginap lagi di situ pas high season deh ha..ha..

Tapi beneran, baik ibu resepsionis maupun sang room boy yang merupakan suaminya baik dan sopan banget. Saya bahkan sampai pinjam mukena, setrikaan, pinjam jemuran (kok nggak tau diri ya). Pemilik hostel ini apalagi, ramah dan baik hati, Bu Jusni. Nice to meet you, Bu!

Meskipun ada ruang tamu di dalam, ngobrol di luar pun menyenangkan. Ada TV kabelnya juga, nobar bola enak nih haha

 

Benar-benar nggak akan lupa pengalaman menginap di Dric’s House yang super nyaman dan asik. Di sini kamu juga bisa menyewa motor atau mobil kalau mau eksplor Belitung sesuka hati. Saya ditawarin awalnya, tapi karena nggak bisa nyetir, jadi cari teman yang bisa nyetir aja ha..ha..

Lokasi dekat bandara, dekat Danau Kaolin, harga juga murah banget cuma Rp. 150.000 sudah termasuk sarapan. What a nice staycation! I swear I’ll be back here later! 

 

Dric’s House

Jl. Jend Sudirman RT 028 RW 010, Air Rayak, Perawas,

Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung 33411

0878-7748-7888

 

The Hijabtraveller,

 

Nay.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply