0 In traveling

Lombok (Part 1)

Alohaaaa…..!!
Tiada bulan berlalu tanpa traveling.
Itu motto hidup terbaru saya akhir-akhir ini he..he…
Sedikit ingin berbagi informasi mengenai destinasi-destinasi pariwisata. Yang semoga dan siapa tahu bisa bermanfaat untuk segelintir orang πŸ™‚
Beberapa waktu lalu saya beruntung lagi mendapatkan sebuah tiket free penerbangan ke Lombok. Iya, langsung ke Lombok tanpa harus transit di Bali dulu! *sujud syukur*. Udah dua tahun cita-cita pergi ke Lombok belum kesampean, tapi alhamdulillah Allah Maha Mendengar. Dan tibalah saya di Lombok dalam penerbangan kurang dari dua jam. 
Beruntungnya, ada seorang sahabat lama yang sangat ingin saya temui. Dulu juga saya asal bilang sama dia, “Sampai ketemu di Lombok ya.”. Dan ternyata, ucapan jadi doa. That’s it, Allah Maha Mendengar, guys.
Mungkin itu juga salah satu alasan mengapa saya selalu bisa jalan-jalan hemat. Seringnya, saya selalu mengunjungi destinasi traveling yang di sana ada teman saya. Otomatis kita dipaksa (tapi seneng) untuk tinggal di rumahnya dan disuguhi makan gratis di sana. Selain menghemat, pertemuan dengan teman saat traveling juga membuat perjalanan kita lebih berkesan.
Teman saya namanya Dian, tapi panggilan kesayangan saya buat dia adalah Mbakepi, karena nama depannya Evi dan logat jawanya masih kental sekali. Kami sudah lima tahun tidak bertemu. Terakhir ketemu waktu masih SMA saat kami sedang mendapatkan kesempatan untuk ikut Winterkurs di Jerman.
Karena terbiasa menggunakan carrier dan traveling dengan macho, maka kali ini saya putuskan ingin traveling cantik ala koper. Mumpung naik pesawat, bukan ngeteng atau nebeng-nebeng truk kayak biasanya he…he… Ternyata, bawa koper lebih sulit lagi. Nggak praktis. Karena tidak punya waktu lagi, saya terpaksa menggunakan taksi ke pasar minggu siang itu. Dan saya lupa satu hal, pasar minggu adalah jalan yang nggak pernah nggak macet. Ketika sampai di terminal pasar minggu, bis Damri hampir aja mau berangkat menuju bandara. Bapak sopir taksi tidak berinisiatif membantu saya menurunkan koper akibat tidak diletakkan di bagasi. Ketika sudah selesai mengemas koper ke bagasi Damri dan duduk menuju bandara, saya baru ingat, tripod kamera saya tertinggal di taksi!!! *nangis kejer*
 Kebetulan, selama sebulan sebelumnya saya banting tulang mengerjakan skripsi yang akhirnya selesai hanya dalam waktu satu minggu. Namun ternyata skripsi saya tidak di-acc dan harus tunda lulus semester depan. Maka, detik itu juga, saya lempar hardcopy skripsi saya dan bertekad: Akan puas-puasin traveling dulu selama satu semester ke depan. Dan ternyata Tuhan Maha Adil. Saya mendapatkan banyak sekali kesempatan jalan-jalan huahauhauhaua. Dikarenakan sudah tidak ada kuliah lagi, maka saya menghabiskan waktu hingga satu minggu di Lombok. Sangat teramat puas!
I DO LOVE BEACHES.
Lombok jauh lebih indah dari pada Bali. Entahlah, mungkin dulunya Bali masih senyaman, sesepi, sebersih Lombok. Bali yang sekarang bukan seperti yang kukenal dulu. Halah. 
Lombok punya banyak sekali pantai yang bagus. Pasirnya putih, airnya bersih, meskipun sayang biota lautnya tidak terlalu bagus. Lumayan lah buat berenang-berenang lucu di pinggir pantai.
Kebanyakan orang hanya tahu 3 Gili; Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ketiganya memang terletak berdekatan dari seberang pantai Senggigi, bagian paling Barat Lombok yang juga menjadi destinasi pariwisata karena pemandangannya indah. Saya tidak tahu pasti apa arti dari kata “Gili”, hanya saja ketika ngobrol dengan salah satu sahabat di Lombok (yang kenalnya di dunia maya sekitar setahun lalu, kenal dari klub menulis nasional), katanya, dia baru menemukan sekitar 70-an Gili di Lombok. Dan masih banyak Gili lainnnya di Lombok. Wow!
Seriusan, waktu 7 hari pun ternyata belum cukup untuk menjelajah indahnya Lombok. Berikut bukti betapa indahnya Lombok yang saya ambil langsung dari kamera saya.
Pantai Mawon, ombaknya tenang dan pantainya masih sepi. Cocok untuk bule-bule yang mau berjemur

Pantai Mawi, mirip seperti Pantai Mawon. Tidak ada karang besar di lautnya, sehingga cocok untuk yang hobi surfing

Tanjung Aan, salah satu destinasi andalan Lombok. Pantainya luas dan indah, ada juga karang besar dan bukit yang tinggi, dari atas sana akan terlihat pemandangan laut dan beberapa pantai di sekitarnya

Pemandangan dari atas bukit di tanjung Aan
Gili Trawangan, sudah amat ramai. Bibir pantainya memiliki kedalaman laut yang cukup terjal, sehingga banyak yang berenang di pinggir pantai
Masih Gili Trawangan

Pantai Pink, pantai favorit saya. Kelihatan kan warna pasirnya agak pink? πŸ™‚
Goa Jepang

Pemandangan dari atas bukit Senggigi

Masih ada beberapa pantai lainnya, sih. Foto-foto pantai Lombok lainnya bisa ditengok di instagram saya: @nayadini.
Berikut tips transportasi traveling ke Lombok ala Naya:
1. Udara: Pesawat. Bagi kamu yang bermodal tentu nggak akan pusing buat ambil pilihan ini. Tapi, kalau bisa murah kenapa harus mahal? Berburu tiket gratis dan murah banyak caranya. Hanya butuh usaha lebih ekstra. Booking dari setahun sebelumnya jauh lebih baik. Apalagi nungguin promo tahunannya Air Asia πŸ˜€ Sekarang ada banyak maskapai yang menyediakan destinasi langsung ke bandara  Selaparang, Lombok. Mulai dari Garuda Indonesia hingga maskapai peranakannnya yang lumayan murah, Citilink. Bila mau lebih murah lagi, cari penerbangan ke Bali saja, lalu transit ke Lombok menggunakan kapal Ferry yang memakan waktu kira-kira enam jam. Yang lebih butuh perjuangan biasanya lebih berkesan πŸ˜‰
2. Darat: Kereta – Kapal Ferry. Sebenernya nggak rekomen banget buat yang satu ini. Apalagi buat kamu yang cuma punya waktu sedikit untuk traveling karena harus kuliah atau bekerja. Kecuali lagi cuti panjang ya he…he… yakali. Beli tiket kereta menuju Surabaya, tujuan Stasiun Gubeng. Lalu beli tiket kereta lagi ke Banyuwangi. Jalan sekitar 200 meter menuju pelabuhan Ferry Ketapang, beli tiket kapal. Nyampe deh di Gilimanuk, Lombok πŸ˜€
Bersambung ya postingan tentang Lomboknya…

Salam,

Hijab Traveler

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply