0 In kisah

Lelah

Manusia terlahir dengan status makhluk sosial, yang pada dasarnya tidak bisa sendiri, membutuhkan orang lain, mungkin sering sendiri namun suatu saat tetap membutuhkan orang lain. Namun sesosial-sosialnya manusia, bukankah mereka pernah sendiri? Bahkan terkadang tidak ada orang di saat mereka membutuhkan seseorang? Itukah manusiawi? Apa semua orang pernah atau pasti merasakan hal itu? Suatu saat, seseorang merasa sendiri, meski ada keluarganya, meski memiliki banyak teman, bahkan meski ia memiliki Tuhan. Pantaskah bila ia merasakan itu? 
Katanya Tuhan tidak akan memberikan masalah diluar batas kemampuan hambaNya. Katanya manusia pasti sanggup menyelesaikan semua masalah yang dipunya. Tapi apa mereka tak boleh merasa lelah atau bahkan kelelahan? Bolehkah ia merasa lelah atas hidupnya? Apa yang dimiliki, memang disyukuri. Tapi apakah merasa lelah dan jenuh adalah bentuk dari tidak mensyukuri pemberian Tuhan? Kalau begitu, ajari aku untuk menjadi manusia yang terus bersyukur, dengan merasa tidak lelah atas hidup ini..
Kalau semangat hidup, harus dicari kemana? Ada alasan yang kau punya untuk melanjutkan hidup dan mau bangun esok hari. Untuk penasaran melihat warna langit di hari esok, apakah ia berhasil menemukan pelangi, apalagi teman baru yang akan ditemuinya. Sudah tidak ada lagi. Alasan apa lagi yang harus kupertahankan agar aku mau bertahan untuk tetap hidup? Apa lagi? Maka aku sekarang punya doa baru, satu alasan yang aku miliki untuk mau bertemu esok.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply