0 In social

GMB: A Place We Called Home

Apa sebenarnya bagian yang paling penting pada organ tubuh manusia?

Acara tahunan Gerakan Mari Berbagi, yaitu Youth Adventure & Youth Leaders Forum 2016 telah sukses terselenggara. 48 peserta resmi dinobatkan menjadi Pemuka Pemuda Indonesia dan menjadi bagian dari keluarga GMB http://www.g-mb.org/. YA & YLF 2016 bukan hanya acara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta semenjak mereka lolos seleksi tahap akhir, tetapi juga ajang yang sangat dinanti oleh para alumni karena ini adalah momen yang tepat entah untuk berkumpul kembali setelah setahun tidak bertemu atau juga untuk mengenang ketika menjadi peserta.Baru beberapa hari berlalu beranda Facebook saya ramai dengan tulisan para peserta tentang betapa GMB memberikan pengalaman baru dalam hidup mereka, maka melalui postingan ini saya juga ingin bertutur kisah tentang bagaimana GMB memberikan rasa nyaman yang membuat kami selalu pulang kepadanya, karena GMB merupakan rumah kedua bagi kami dan tak jarang juga GMB merupakan keluarga pertama bagi beberapa di antara kami sebagai pengganti yang tidak ada.

Saya ingat seperti apa Naya yang dulu, dua tahun lalu, sebelum bertemu dengan keluarga Gerakan Mari Berbagi. Sebagai seorang yang supel dan talk active banyak orang yang tidak percaya bahwa saya memiliki sifat introvert yang cukup kuat. Saya memiliki kesulitan untuk bersikap terbuka, terlebih dalam mengungkapkan isi hati. Saya selalu merasa kesulitan untuk percaya. Biasanya semua hal tersebut akan berakhir dengan diam dan saya pendam sendiri.

Namun dengan GMB semua berbeda. Dua hari lalu pada rapat evaluasi setelah para peserta YA & YLF 2016 dipulangkan, semua panitia (dengan sisa-sisa tenaga di dalam tubuh dan kantuk yang bertubi-tubi) duduk melingkar di atas panggung. Para volunteer diberikan kesempatan untuk memberi apresiasi kepada satu sama lain dan bahkan mengungkapkan uneg-uneg yang dirasakannya selama mengurus acara YA & YLF 2016. Saya? Memulai kalimat dengan isak. Saya menangis hanya karena sebuah hal yang sepele. Sesuatu yang menurut saya janggal selama pelaksanaan YA & YLF 2016. Yang saking sepelenya setelah mengutarakan segalanya saya sampai ingin menghakimi diri saya sendiri, mengapa barusan saya harus menangis?! Saat itu saya memiliki keinginan untuk bertanya kepada diri sendiri apakah saya terlalu berlebihan dan kalimat barusan sebenarnya tak perlu saya ungkapkan. Namun rasa nyaman yang saya percayakan kepada GMB membuat saya tidak ingin ada sedikit pun kecacatan pada kenyamanan itu. Saya merasa segala masalah (sekecil apapun) dapat terselesaikan di keluarga ini karena ini adalah rumah bagi kami. Hari itu juga masalah saya terselesaikan, ditandai dengan sebuah hadiah peluk haru yang menenangkan. Hanya di GMB, saya berani mengungkapkan apa yang saya pikirkan dengan begitu lepas dan bahkan dengan menyertakan emosi di dalamnya. Rasanya begitu melegakan. GMB membuat kami menjadi orang yang jujur, terlebih pada diri sendiri.

Keterbukaan itu rupanya tak hanya dirasakan oleh saya seorang. Satu per satu alumni kemudian turut angkat suara. Mereka tak segan mengungkapkan perasaan mereka kepada siapa saja di keluarga ini. Entah rasa senang atau sedih. Entah pula kata maaf atau terima kasih. Dan dengan caranya sendiri-sendiri. Sederhana, karena kami merasa akan selalu diterima seperti apapun keadaan kami. Di keluarga ini siapapun sangat tidak dibenarkan untuk berpikiran negatif bahkan meski hanya di dalam pikirannya sendiri. Tidak boleh ada yang merendahkan dan membicarakan keburukan orang lain, tidak boleh tidak menerima perbedaan, tidak boleh tidak berubah menjadi lebih baik. Keluarga ini adalah sumber energi positif bagi siapa saja. Sering kali tanggung jawab yang diamanahkan kepada kami membuat kami menghindar dan menghilang bak ditelan bumi. Masing-masing kami pernah ada di fase itu. Fase di mana kami merasa jenuh, lelah, dan lemah motivasi. Pada akhirnya setelah itu kami akan menyesalinya, begitu menyesal tidak mengakui bahwa GMB adalah rumah bermagnet yang akan selalu membuat kami kembali dengan cara yang tak kami sadari dan di luar kehendak kami. Menjauhnya kami adalah disebabkan oleh asumsi-asumsi pribadi yang tidak beralasan. Sebenarnya, tidak pernah ada GMBers yang menjauhi atau menyudutkan seorang alumni yang tetiba pulang setelah menghilang sekian lamanya. Siapapun akan kami sambut dengan hangat. Tidak ada yang akan menyalahkan, melalui rasa sungkan tersebut sebenarnya ia sedang menyalahkan dirinya sendiri dengan mengasingkan diri.

Saya merasa tidak menyesal telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk pelaksanaan YA & YLF 2016 meski tanpa dibayar. Begitu pula alumni yang lainnya, terlebih lagi board member. Sudah menghabiskan jatah cuti di kantor, membolos sesi kuliah, bahkan mengurangi jam istirahat. Kami bangun sebelum peserta membuka mata dan kami masih terjaga saat para peserta tengah terlelap me-recharge tenaga. Keluarga ini makin kuat dengan bertambahnya anggota baru di setiap tahunnya. Keluarga ini makin hebat dengan lahirnya pemuda-pemuda tangguh yang berintegritas, seperti Ivan, sang ketua acara yang juga terpaksa merangkap menjadi bendahara. Saya merasa bangga terhadap semua panitia YA & YLF 2016. Begitu bangga dan bahagia melihat para GMBers tumbuh semakin hebat dan luar biasa.

Bagi saya, definisi keluarga atau sahabat tidak semudah ketika bibir yang mengucapkannya. Maknanya jauh lebih dalam dari itu. Pemahaman itu hanya dapat dirasakan dengan adanya chemistry yang kuat dan tidak terlihat oleh mata. Dan chemistry itu sangat jelas ada di antara kami para GMBers dan mengikat antara satu dengan yang lain tanpa keterpaksaan. Bagi yang bukan keluarga sudah bisa dipastikan mereka tidak akan turut merasa berduka ketika melihat saya menangis, tetapi mungkin malah menganggap saya remeh dan sikap negatif lainnya. Nyatanya? Tidak. Keluarga sudah pasti akan memikul beban bersama dan melindungi rahasia sesama. Dan para GMBers amat saling menjaga pribadi satu dan yang lainnya.

Ini pesan sederhana untuk para GMBers yang baru saja menyelesaikan YA & YLF 2016. GMB adalah rumah yang akan melindungi, menumbuhkembangkan, mendukung apapun dan bagaimanapun kalian. Ingat kah yang dikatakan Bang Az inisiator GMB kala kita akan berpisah seusai acara? Apa bagian tubuh yang paling penting dari organ manusia? Ialah bahu. Pulanglah ketika kalian butuh bahu untuk bersandar.

 

Saya selalu senang melihat foto ini. Keceriaannya tidak dibuat-buat, seperti foto di studio dengan skenario.

Selamat datang para GMBer 2016. Sejauh apapun kalian melangkah nantinya, akan selalu ada kami, rumah untuk kalian kembali.

 

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply