Browsing Category

puisi

0 In puisi

Sajakrasa120417

Seseorang dibangunkan malam
Bersenandung harga mati
Aku mengantar darahku sekuat tenaga
Dibayar ludah dan jejak langkah bahagia menuju simalakama

Sajak ini tak pernah ditulis
Kau bicara dengan ketakutanmu sendiri
Pernah sekali sinarmu menyentuh mata puisi
Di kotamu tak ada aku

Aku tak ingin membuka mata
Aku takut tak menggenggam apa-apa

0 In puisi

Sajakrasa061216

Padaku, tatap matamu seperti palung dalam yang menjebak tubuhku

Dan barangkali aku mulai memercayai Theoresia Rumthe dalam lirih sajaknya, jarak baik bagi kesehatan jiwa

Namun tidak bagi rinduku
Aku masih mencari-cari
Bagaimana caranya mencinta dengan ketakutan
Ingin kuselami setiap waktu kedua matamu hanya untuk mencari kebenaran
Sungguh aku ingin mencintaimu tanpa kekhawatiran 
Serta segala kesederhanaan rencana Tuhan
Sajakrasa061216
di Atas Kereta Jakarta Kota, 09.04
0 In puisi

Sajakrasa050716

Dadaku menderu

Gigi geligi yang saling menggilasi
Aku menyana
Kita ini tak akan menjadi apa-apa
Cinta ini mengada-ada
Suatu kali saat mata kita terpagut
Aku menyusup ke dalamnya
Mencari-cari
Tak menemukan
Bukan bayangku yang ada di sana
0 In puisi

Dekap Ayah

Aku bermimpi buruk
Lajurku tersaruk
Di mana dekap ayah
Barangkali di dalam saku baju yang ditinggalkannya
Di dalam tanah bersama jasadnya
Atau di dalam khayal
Mungkin di mana-mana
Di tempat yang tiada
0 In puisi

Aku Pernah

Aku pernah menemukan diriku berada dalam sebuah mimpi yang di dalamnya aku tengah berada di dalam pelukmu.

Aku pernah menemukan diriku berharap penuh harap bisa mendekapmu tanpa harap-harap yang cemas.
Aku pernah menemukan diriku meninggalkan jejak manis berwarna maroon samar pada sebilah pipimu yang lebar.
Aku pernah menemukan aku ada di mana-mana di mata dan pikirianmu siang-malam.
Aku pernah menemukan senyumku singgah di bibirmu yang tak berwarna hitam karena tak kau ijinkan dikotori sebatang kretek pun. 
Aku pernah menemukan pundakku bergetar saat bersisian dengan milikmu dan kuharap ia jatuh saja saat aku tertidur di angkutan umum di sebelahmu.
Aku pernah menemukan mimpi-mimpi yang kau selamatkan pada dunia masa depan yang sempat sirna.
Aku pernah menemukan diriku membelai lembut seorang bayi dalam belaimu yang menenangkan.