All Posts By

naya

0 In beach/ city/ culinary/ hangout

Ini Dia Wisata dan Budaya Kabupaten Tangerang!

I am so grateful that I had chosen as one of Ambassadors of Tourism and Culture at Tangerang Regency 2016. Despite that, there were a lot of people asking me why Tangerang and not Jakarta (as Abang – None)?

(Sebenernya, lebih banyak yang tanya “KOK BISA-BISANYA LO IKUTAN AJANG PEAGENT?”. Sama, saya juga bingung ha..ha..)

Call me classic, tapi jawabannya adalah karena Kabupaten Tangerang memiliki potensi pariwisata dan budaya yang belum terlalu dikenal dengan baik, because I do love tourism, juga karena ingin mencari teman di Tangerang karena selama pulang ke rumah mama selalu mengeram di dalam rumah karena semua teman ada di Jakarta. One thing for sure, saya tidak pernah menganggap ini sebagai kompetisi, sehingga tidak merasa perlu bunuh diri ketika tidak dinyatakan menjadi juara πŸ™‚

Kabupaten Tangerang memiliki berbagai objek wisata yang dapat dikunjungi. Saking banyaknya, mari kita bagi ke dalam beberapa kategori agar lebih mempermudah.

1. Wisata Belanja

Dari seluruh wilayah di Banten, saya percaya diri untuk mengatakan bahwa pusat perbelanjaan paling asyik ngumpulnya ya di Kabupaten Tangerang. Menariknya, banyak yang tidak mengetahui bahwa AEON Mall adalah bagian dari Kabupaten Tangerang tepatnya di kecamatan Cisauk. Seain Mall yang khas dengan Japan stuffs ini masih banyak wisata belanja lainnya yang juga menjadi favorit, yaitu Summarecon Digital Serpong, Supermal Karawaci, dan Summarecon Digital Center, dll.

2. Wisata Bahari

Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa Provinsi Banten memiliki pantai-pantai yang indah seperti Anyer, Sawarna, Carita, Bagedur. Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari Banten juga memiliki pantai yang bisa kamu kunjungi seperti Pantai Tanjung Pasir, Pantai Pulau Cangkir, dan Pantai Tanjung Kait.

3. Wisata Alam

Selalin pantai, Kabupaten Tangerang juga memiliki wisata alam lain seperti Hutan Keramat Solear yang berada di Kecamatan Solear, di mana terdapat banyak pepohonan rimbun serta fauna seperti beberapa ekor kera yang konon katanya tidak pernah berkurang atau bertambah jumlahnya. Wisata alam lainnya yang pernah saya kunjungi adalah Telaga Biru Cigaru, yang saya sebut sebagai Danau Kaolin versi Tangerang. Cara untuk mengunjunginya sudah pernah saya tulisΒ di sini.

4. Wisata Budaya

Masyarakat di Kabupaten Tangerang terdiri dari beragam budaya seperti Sunda, Betawi, dan Tionghoa, sehingga budaya yang dihailkan juga beragam. Salah satu contohnya adalah Wihara Tjoe Soe Kong, yang merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Tionghoa yang berada di Kecamatan Teluk Naga. Wihara ini terletak dekat dengan Pantai Tanjung Kait. Detail lebih lengkapnya mengenai Wihara ini juga sudah pernah saya reviewΒ di sini. Perpaduan ketiga budaya ini juga menghasilkan budaya unik untuk Kabupaten Tangerang sepertiΒ Tari Cukin dan Topeng Si Tolay. Sehingga menjadi Seni Pertunjukan yang populer di daerah Kabupaten Tangerang.

5. Wisata Konvensional

Apa sih sebenarnya arti dari Wisata Konvesional? Adalah wisata yang jauh dari alam, berupa infrastruktur bangunan, di mana wisatawan yang datang dapat beristirahat dan dapat merawat diri. Hotel misalnya. Tentu saja terdapat banyak jenis hotel yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang yaitu Hotel Imperial Aryaduta, Hotel Atria, Hotel Ara, dan lain sebagainya.

6. Wisata Religi

Jangan terkecoh perbedaan wisata religi dan wisata budaya, meskipun beberapa wisata religi dapat juga diklasifikasikan sebagai bagian dari wisata budaya seperti Klenteng Tjo Soe Kong. Fokus utama wisata religi adalah tempat beribadah, seperti Masjid Agung Al-Amjad. Salah satu wisata religi favorit saya di Kabupaten Tangerang adalah Masjid Asmaul Husna di Summarecon. Dinding bangunannya terbuat dari susunan 99 Nama Allah (Asmaul Husna) dengan warna hijau. Arsitek yang membuatnya tak lain dan tak bukan adalah the talented one Kang Ridwan Kamil.

7. Wisata Minat Khusus

Selama masa pembinaan Kang Nong, saya masih gagal paham sebenarnya apa saja yang masuk ke dalam kategori Wisata Minat Khusus. Dan ternyata bukan hanya saya, beberapa teman finalis juga memiliki kebingungan serupa. Well, i will let you know sebenarnya apa itu Wisata Minat Khusus dan apa saya yang termasuk menjadi bagiannya. Dalam Bahasa Inggris, Wisata Minat Khusus dikenal sebagaiΒ Special Interest Tourism. Dilihat dari namanya, sesuai dugaan saya wisata ini merupakan wisata yang anti mainstream.

Apa saja yang termasuk Wisata Minat Khusus? KEMENPAR menyebutkan bahwa Wisata Minat Khusus bisa terdiri dari wisata olahraga, edukasi, dan MICE. Apa itu MICE? Ialah Meeting, Incentive, Convention, Exhibition. Di Kabupaten Tangerang ICE (Indonesia Convention Exhibition) yang berada di Kecamatan Pagedangan adalah bagian dari MICE. ICE juga merupakan Convention Hall terbesar se – Asia Tenggara. Banyak yang tidak tahu bahwa ICE ini milik Kabupaten Tangerang, melainkan wilayah lainnya. Now you guys know πŸ™‚

Agar tidak bingung, ini poin-poin yang bia dikategorikan sebagai bagian dari Wisata Minat Khusus:

1. Rewarding, penghargaan terhadap objek yang dikunjungi.
2. Enriching, pengkayaan diri, dapat juga dalam rangka bisnis.
3. Adventure, minat bertualang yang tinggi.
4. Learning, keinginan untuk mempelajari hal yang baru.

Yes, Scientia Square Park juga bisa dikategorikan menjadi bagian dari Wisata Minat Khusus. Karena terdapat wisata yang edukatif dan adventure seperti bercocok tanam (nuansa pedesaan di tengah kota), hingga wall climbing dengan pendampingan khusus tentuya.

Omong-omong soal budaya Kabupaten Tangerang, apalagi hasil kebudayaannya yang potensial untuk mendatangkan penghasilan bagi warganya? Yak, Topi Bambu!

Nah, itu dia semua wisata-wisata yang ada di Kabupaten Tangerang. Saya pribadi belum mengunjungi kesemuanya, masih dalam proses. So, ada banyak alasan untuk berwisata di Kabupaten Tangerang. Ayo kunjungi Kabupaten Tangerang!

Good luck juga untuk seluruh finalis Kang & Nong Kabupaten Tangerang. Semoga catatan ini dapat membantu πŸ™‚

1 In city/ traveling

Telaga Biru Cigaru: Wisata Alam Hits di Tangerang

Selain terkenal oleh wisata belanjanya seperti Summarecon Mall Serpong, Supermall Karawaci, hingga AEON Mall, Kabupaten Tangerang juga memiliki wisata alam yang wajib dikunjungi. Selain karena dekat dari ibu kota, umumnya juga murah meriah bahkan tidak dipungut biaya. Serius!

Jangan khawatir jika kamu tidak membawa kendaraan pribadi, karena telaga ini sangat mudah diakses dengan angkutan umum. Perjalanan dapat dimulai dari stasiun Tanah Abang. Pilih kereta jurusan Maja dan turunlah di stasiun Tigaraksa (Flash tip: Tanya lah petugas stasiun apakah kereta tersebut berhenti di stasiun Tigaraksa atau hanya sampai Parung Panjang, karena jika hanya sampai Parung Panjang maka kamu harus menyambung lagi ke Tigaraksa).

Kebetulan beberapa hari lalu ada teman dari luar kota yang sedang berkunjung ke Tangerang dan ingin berjalan-jalan. Sekalian saja saya ajak ke Telaga Biru Cigaru ini. Karena saya tinggal di Kabupaten Tangerang, saya hanya perlu naik kereta dari Stasiun Rawa Buntu. Kereta menuju Maja cukup lama dan jarang, sehingga dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam hingga tiba di Stasiun Tigaraksa. Jangan bayangkan stasiun ini sama seperti stasiun-stasiun lainnya yang modern dan terdapat minimart. Di Stasiun Tigaraksa hanya terdapat banyak warung-warung penjual makanan seperti soto, bakso, dll. Satu-satunya store hanya ada Roti O (Flash tip: Sebaiknya siapkan camilan karena di Stasiun Β Tigaraksa tidak terdapat minimart A ataupun I ).

Selanjutnya, kamu bisa menggunakan ojek atau angkot. Pangkalan angkot terletak sekitar 300 meter dari stasiun. Dan ternyata di sana terdapat minimart (tentu saja sepasang, A dan I). Lumayan masuk buat ngadem, karena suhu di sana sangat panas dan lembab. Sampai-sampai saya bertanya ke pramuniaga, apakah terdapat pantai di daerah tersebut karena suhu dan hawanya persis seperti dekat laut karena setahu saya tidak ada. Dan memang mbak pramuniaga menjawab, tidak ada. Jadi, pastikan kamu menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak gerah. #FlashTip

Angkot berwarna putih-tosca dengan jurusan Balaraja – Adhyasa. Jangan takut akan salah naik angkot karena hanya ada satu jenis angkot dengan satu jurusan. Kamu bisa turun di pertigaan SMAN 08 Cisoka, adanya di sebelah kanan jalan. Patokannya? Jika kamu sudah melewati Grand Balaraja (di sebelah kiri jalan), berarti pertigaan SMAN 08 Cisoka tersebut sudah dekat #FlashTip. Tidak terdapat banyak petunjuk menuju Telaga Biru Cisoka. Saat saya pertama kali pergi ke Telaga Biru, saya benar-benarΒ get lost karena SMA 08 Cisoka tersebut tidak ada di dalam peta!

Ongkos angkot untuk per orangnya Rp.7.000. Jangan sampai kamu terlihat seperti turis karena supir angkot bisa tidak memberikan kembalian jika jumlah uang tidak pas. Lebih baik tanya ke penumpang lainnya jika kamu ragu akan pertigaan SMAN 08 Cisoka yang dimaksud. Setelah turun di pertigaan tersebut akan ada pangkalan ojek yang menawarkan jasa. Saya memilih untuk menggunakan jasa ojek karena ini dapat memberikan pemasukan bagi warga sekitar. Hal ini tentu menjadi bentuk dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas dan sumber penghasilan masyarakat setempat. Ojek ini akan mengantarkan kita hingga ke lokasi Telaga Biru. Dan menggunakan ojek jauh lebih mudah dan murah daripada membawa kendaraan pribadi jika ke Telaga Biru (Flash tip: Menuju Telaga Biru terdapat banyak pungutan liar, bahkan kamu bisa tiga kali membayar, satu-satunya cara agar terhindar dari pungli tersebut adalah menggunakan jasa ojek). Karena untuk kendaraan pribadi akan dikenakan biaya sebesar Rp.5.000 untuk motor dan Rp.20.000 untuk mobil. Dan setelah gerbang masih ada pos lagi yang mengharuskan kamu untuk membayar (kalau tidak salah untuk per orangnya dan kendaraan juga), belum lagi biaya parkir. Sedangkan jika naik ojek, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp.15.000 dan tidak ada biaya masuk wisata untuk per orangnya alias gratis! #FlashTip

Banyak juga yang akhirnya memilih berjalan kaki dari pintu gerbang agar tidak harus membayar. FYI, dari pertigaan SMAN 08 Cisoka hingga Telaga Biru kira-kira jaraknya 3 km bok! Letak gerbang Telaga Biru itu kira-kira di tengahnya, masih jauh dari lokasi telaga. Duh, terlalu nyiksa diri kalau mau jalan kaki di pinggir sawah dengan suhu seterik 32 derajat. Mending uangnya buat makan bakso di pinggir telaga nanti.

Jejeran warung di tepian tebing pasir Telaga Biru Cisoka

 

Telaga Biru Cisoka dulunya adalah galian pasir yang tidak beroperasi lagi sejak dua tahun lalu (pasir Cisoka terkenal sangat bagus dan dikirim ke mana-mana). Sehingga cekungan terbendung air hujan yang kemudian menjadi telaga. Namun uniknya telaga ini berwarna biru jernih. Sangat berbeda dengan danau alami yang terletak bersebelahan dengannya. Dan tidak hanya satu, total ada empat telaga biru yang tercipta). Seiring dengan terkenalnya Telaga Biru, muncul mitos-mitos yang berkembang, seperti adanya bidadari yang pernah datang ke telaga ini dan membuat air danaunya menjadi biru yang indah. Instagramable banget!

Danau Alami yang berwarna hijau

 

Danau buatan atau Telaga Biru Cisoka (terletak bersebelahan dengan Danau Alami)

 

Patung Banteng yang merupakan ikon dari PT. Badak Perkasa Group (perusahaan yang membuat galian pasir di wilayah tersebut)

Di telaga tersebut pengunjung dapat menikmati keindahan dengan menaiki sampan. Terdapat juga sepeda bebek di danau alami sebelahnya bila kamu ingin menikmati keindahan telaga dari sisi yang lain. Birunya Telaga Cisoka tersebut membuat saya tidak pernah menyesal untuk kembali lagi dan lagi ke sana.

Saya tiba jam sebelas dan sudah pulang pukul setengah dua karena tidak tahan cuaca yang sangat puanas. Karena tidak ada jam tutup di Telaga Biru, saya sarankan untuk berkunjung di pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas. Apalagi jika sedang banyak angin, dijamin betah.

Ayo, berkunjung ke Telaga Biru Cisoka di Kabupaten Tangerang!

 

How to get there:

Alternatif 1
Β 
KRL Jakarta (Tanah Abang) – Tigaraksa: Rp.6.000
Angkot St. Tigaraksa – Pertigaan SMAN 08 Cisoka: Rp. 7.000
Ojek dari Pertigaan SMAN 08 Cisoka hingga Telaga Biru: Rp. 15.000

Tiket masuk per orangan: FREE jika menggunakan jasa ojek πŸ˜‰

Β 

Alternatif 2

KRL Jakarta (Tanah Abang) – Tigaraksa: Rp.6.000
Ojek dari Stasiun Tigaraksa – Telaga Biru Cigarus Rp. 45.000

Tiket masuk per orangan: FREE jika menggunakan jasa ojek πŸ˜‰

 

nb: bagi yang butuh kontak jasa ojek untuk ke Telaga Biru Cigaru atau ingin tanya apapun seputar telaga bisa reply di kolom komentar di bawah ini atau langsung email nayadini@icloud.com/line nayadini.

 

Salam,

Duta Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tangerang 2016

In beach/ beauty & fashion/ traveling

Rekomendasi Baju Renang Muslimah: Kamu Harus Punya!

Salah satu alasan kenapa saya senang berkegiatan outdoor adalah untuk membuktikan bahwa hijab tidak menjadi penghalang untuk produktif dalam beraktifitas. Namun semua tetap harus disesuaikan apakah sejalan dengan ajaran syariat atau tidak, meskipun keislamanku pun masih jauh dari kata sempurna.

Memulai hobi traveling dari lautan hingga akhirnya selama beberapa tahun ini sangat aktif mendaki gunung. Terus terang, pergi ke laut lebih repot. Lebih banyak yang dipertimbangkan dan dipersiapkan. Dari mulai transport seperti sewa kapal yang tidak murah, hingga penampilan yang harus dipikirkan. Of course, masalah outfit selalu jadi hal yang memusingkan untuk dipersiapkan saat mau bepergian. Apa lagi ke laut!

Sebagai seorang yang picky, benar-benar nggak gampang bagi saya untuk milih baju renang yang nyaman khususnya baju renang muslimah. Sekarang udah banyak yang jual baju renang muslimah, memang. Tapi soal nyaman? Nggak jamin, bahkan ada yang harganya hingga hampir satu juta, tapi tetap tidak nyaman karena tidak disesuaikan dengan kebutuhan kita sebagai muslimah. Nggak lucu kan menolak tawaran berlibur ke pantai hanya karena nggak punya baju renang yang pas? Apa lagi yang itu-itu aja.

Baju renang yang saya punya? Ada tiga. Dan hanya satu yang nyaman. Rasanya kesal sendiri kalau upload foto liburan di pantai atau saat snorkeling, kok bajunya itu-itu lagi. Sampai pada akhirnya saya nemu brand baju renang muslimah yang bikin saya jatuh cinta parah!

Jaimelavie namanya. Brand lokal punya pula! Bahannya berkualitas hingga terlihat bakal awet lama, teksturnya adem nan nyaman, dan yang paling penting desainnya fashionable. Harganya? Nggak nyampe 500 ribu, bahkan dia juga sering mengadakan promo diskon. Tiga model favoritku yaitu Chantelle hitam, Leroux, dan Chantelle limited edition. Yang mana yang paling paling saya suka? Duh, pertanyaan sulit. I am in love with them, all of them!

Leroux merupakan model swimwear 1 piece (terusan), namun tidak ketat sehingga kita leluasa untuk bergerak

 

Perpaduan cantik warna Hitam, Dongker, dan Pink

 

Tapi kalo dipaksa milih, mungkin saya akan pilih Chantelle limited edition. Kombinasi warnanya bagus dengan cutting yang menarik. Perpaduan tiga warna; hitam, abu, dan biru. Chantelle terdiri dari dua pieces, atas dan bawah. Atasannya panjang apda bagian belakang tubuh, sehingga menutupi bokong dan tidak perlu khawatir akan naik ketika sedang berada di dalam air. Ini pengalaman pribadi dan masalah yang ditemui kalau pakai baju renang muslimah yang tidak berkualitas. Karetnya mengendur sehingga saat kita berenang bagian atasnya akan naik dan memperlihatkan bagian bokong dan bahkan pinggang. Hal lain yang jadi favoritku juga ada di bagian celana, potongannya lurus menyerupai pipa dan bukan mengerucut, sehingga tidak membentuk tubuh dan sangat menolong bagi yang memiliki paha atau betis besar. Semua potongan celana pada koleksi Jamilavie rasanya sama seperti itu, kecuali model Sirene yang memiliki ruffle di bagian bawah betis. Design-nya oke punya!

 

Chantelle Limited Edition

 

Memiliki kombinasi tiga warna yang menarik: Biru, Hitam, dan Abu

 

Cutting miring dari lengan kanan, melewati badan, hingga ke tangan kiri merupakan design yang menarik dan tidak monoton

 

Chantelle Hitam, juga memiliki design yang sama namun dengan kombinasi warna berbeda: Hitam, Dongker, dan Putih

 

Ukurannya panjang menutup bokong namun tetap nyaman

 

Meskipun berwarna putih tapi tidak menerawang

 

Sekarang pasti kamu khawatir soal jilbab? Jaimelavie juga menjual jilbab khusus untuk berenang yang sangat nyaman, tidak berat ketika di dalam air, dan yang terpenting nggak lari-lari sehingga rambut akan keluar-luar. Kamu bisa bebas ingin menggunakannya di dalam atau di luar baju renang. Jangan takut akan terlihat chubby, karena jilbab Jaimelavie ini sepertinya sengaja didesain antem (alias anti tembem). Jadi, jangan lagi berenang dengan inner ninja yang dijual di pasaran. Itu sangat merepotkan untuk dipakai berenang, karena tidak menutupi leher, bahan terlalu ringan sehingga sering bergeser, dan yang lebih parah adalah rambut sering keluar-luar. Coba deh jilbab khusus renang buatan Jaimelavie. Saya rekomen warna biru dongker dan hitam and I love them so much!

Warna Hitam

Cara 1

Cara 2

 

Warna Dongker

Cara 1

Cara 2

Rencananya, saya akan ambil diving course akhir tahun ini. Dan nggak akan pusing lagi harus beli baju renang di mana kalau ingin nambah koleksi. Tinggal buka instagram @jaimelavie.id. Oya, sebagai informasi saya pakai koleksi Jaimelavie ukuran S. Memang tidak akan fit body karena memang didesain agar tidak membentuk badan. So, langsung follow instagramnya sekarang juga dan kontak WhatsApp di +6281908975702 & Line@ : @jaimelavie(pake @). Jaimelavie juga menyediakan shipping hingga mancanegara.

 

Kalau sudah order, jangan lupa sharing pengalaman kamu menggunakan swimwear Jaimelavie serta tag dan mentionΒ @nayadini juga ya!

 

Happy swimming,

The Hijab Traveller

0 In puisi

Sajakrasa120417

Seseorang dibangunkan malam
Bersenandung harga mati
Aku mengantar darahku sekuat tenaga
Dibayar ludah dan jejak langkah bahagia menuju simalakama

Sajak ini tak pernah ditulis
Kau bicara dengan ketakutanmu sendiri
Pernah sekali sinarmu menyentuh mata puisi
Di kotamu tak ada aku

Aku tak ingin membuka mata
Aku takut tak menggenggam apa-apa

0 In kisah

Pernah

Pernahkah kamu merasa genap memiliki segalanya malah membuatmu merasa kosong tidak memiliki apa-apa?

Saat di mana kamu tersadar bahwa lelah dari kakimu yang berlari ternyata tidak berpindah ke manapun, tidak menuju kepada apapun. Hanya membuat dirinya lelah dan membuat dirimu hampir putus asa. Kanal yang dijanjikan tak jua kau temukan. Membawamu pada pertanyaan menghakimi yang menimbulkan benci terhadap apa itu mimpi. Dan hari-hari dalam hidupmu hanya terasa seperti sebuah pengulangan panik dalam kisah yang sering kautampik. 
Ingin kutemukan di mana saja yang dapat menjualkan jiwanya pada selembar tubuhku. Agar bernyawa dan setiap engsel belulang tak hanya seperti dipaksa untuk menjalankan apa yang tak pernah dikehendakinya. Usia berlari kepada senja, tapi ketidaktahuan masih saja menjadi nama. Aku hanya tahu luka kian nganga kian nyata setelah di tungku baka, mengutip kata Adimas saat kutanya soal Mantra Tubuhmu. 
Seolah aku dilahirkan oleh nyala api, atau beku suhu antartika. Tidak kurasakan perih apapun saat darah tumpah menghujani masa lalu kita. Atau pula rasa bahagia yang dapat membuka mata. Sejumlah sabda hilang arah, terkadang menelanku hidup-hidup sebelum akhirnya dimuntahkan kembali. Aku ingin terlahir kembali, tidak sebagai tubuh tanpa jiwa ini. Atau mungkin tubuh dengan jiwa yang telah dihabisi, bukan setengah. Kata ‘hampir’ selalu membawaku pada kesia-siaan. Seperti hampir mati, alih-alih akhirnya mati. 
Aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin tersaruk dalam kata-kata dan dapat kembali berani menatap dunia yang tak akan pernah kembali sama.