0 In culinary/ hangout

Asagao Coffee House

Akhir-akhir ini jadi betah balik Tangerang karena makin banyak coffee shop yang cozy dan nyaman banget buat nulis. Well, #NayaTari adalah dua gadis doyan nulis yang juga doyan berburu warung kopi. Canggihnya teknologi dan munculnya akun-akun baik hati di sosial media amat membantu perburuan kami. Mudah saja, tinggal buka akun @eatintangerang di Instagram dan pilih tempat sesuai dengan yang diinginkan. Terima kasih banyak kepada penggagas akun @eatintangerang!

 

Instagramable corner

Pilihan kami jatuh kepada sebuah coffee shop yang fotonya sangat simpel dengan dominasi warna yang minimalis, namun memiliki daya tarik yang kuat karena keunikannnya. Asagao Coffee, sebuah coffee shop pertama di Indonesia yang mengusung tema Jepang, khususnya pada nama-nama kopinya.

Menu hanya ditulis di papan tulis, pengunjung bisa langsung memilih dari papan tersebut.

Meskipun mengusung tema import pada konsepnya, coffee shop ini memasang harga standar yang sama dengan warung ngopi pada umumnya. Ada dua signature coffee yang disuguhkan oleh Asagao, yaitu Korikohi, segelas balok-balok batu es yang terbuat dari kopi dan segelas susu murni siap tuang. Pengunjung dapat menentukan takaran susu yang dituang ke dalam gelas berisi balok es sesuai dengan selera. Selain itu, terdapat juga Kuniko. Sama seperti Korikohi minuman ini juga terdiri atas segelas susu (dengan porsi lebih banyak), tetapi telah lebih dulu dicampur dengan madu. Unsur kopinya didapatkan dari segelas espresso yang bisa dituangkan sesuai selera pengunjung. Minuman ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin minum kopi, tetapi tidak bisa atau tidak ingin mengonsumsi kopi dalam porsi banyak. Dapat terbayang perbedaannya ya?

Korikohi (kiri) dan Kuniko (kanan)

Enakan mana? Well, karena tidak bisa minum kopi pahit dan sangat suka susu saya memesan Kuniko, sedangkan Tari memesan Korikohi. Kuniko aman dan rasanya unik. Namun setelah cicip punya Tari, ternyata Korikohi nggak pahit. Enaaaaaaaak!!! *dying*

Sudut dari pintu masuk. Para pria yang sedang duduk itu adalah pemilik Asagao.

Interior Asagao didominasi warna abu-abu dan cokelat kayu. Berbeda dengan coffee shop pada umumnya yang biasa melukis dindingnya dengan quotes atau kata mutiara, di dinding Asagao terdapat mural yang menceritakan proses produksi kopi a la Asagao, sehingga seperti membentuk sebuah cerita yang runut.

Oh ya, di Asagao kamu akan menemukan beberapa ikon Brown dan Cony, dua karakter line yang menggemaskan. Selain boneka seperti foto di atas, wajah Brown dan Cony juga akan kamu temukan dalam bentuk kue, bersama dengan Totoro Cake alias kue yang menjadi khas Asagao (kembali lihat foto menu di atas! hihihi).


Beberapa hasil jepretan pengunjung, sepertinya. Efortlessly beautiful.

 

Pelayanan Asagao sangat menyenangkan, tidak mengusir secara halus pengunjung yang lama nongkrong di sana seperti di tempat lain he…he… Apalagi pengunjungnya berjenis seperti Naya dan Tari yang kalau sudah menulis bisa lupa waktu. Kami tiba di sana tidak lama setelah dibuka, lalu baru pulang sore harinya. Bahkan hingga pindah tempat tiga kali karena khawatir orang lain ingin merasakan duduk di tempat kami yang memang cocok banget buat foto-foto (kita anak baik, kan?).

Aktivitas yang kami lakukan adalah menulis naskah novel pribadi, proof reading, revisi, membahas next project, ngomongin buku, bahkan sempat live streaming juga bahas dunia kepenulisan dan novel #DearEllie karya Tari via Zeemi TV! (Bagi yang mau nonton bisa klik ikon zeemi di side bar sebelah kanan blog ini).

 
Muka puyeng revisi :’)

Di lantai dua Asagao ada butik yang waktu itu tutup, sepertinya design bajunya ready to wear dan simple, padahal niat hati mau main-main dan lihat koleksinya. Sejauh ini Asagao adalah tempat ngopi paling favorit menurut #NayaTari, apalagi Korikohi-nya. Kekurangan Asagao hanya satu, tidak adanya musola bagi pengunjung beragama muslim yang harus menunaikan ibadah sehari lima kali. Waitress meminta maaf kepada saya soal ini dan menawarkan untuk memakai ruang kosong di depan butik untuk solat. Sayangnya saya juga lupa membawa mukena, boro-boro sajadah. Untung saja ada kardus-kardus lebar di lantai dua tersebut yang bisa dijadikan alas untuk solat (semoga bersih). Over all, Asagao sangat recommended untuk dikunjungi. Sila mampir!

Sampai jumpa di perburuan coffee shop #NayaTari berikutnya 🙂

Asagao Coffee House
Ruko Graha Boulevard Blok A No.9, Gading Serpong
Mon – Thu, Sun: 10 am – 9 pm
Fri – Sat: 10 am – 10 pm
instagram: @asagao.coffee
facebook: www.facebook.com/asagao.coffee

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply