Traveling

Lifestyle

Stories

0 In beach/ culinary/ traveling/ Travels

Destinasi Wajib Liburan di Belitung

Dikarenakan kamera ketinggalan, memori HP sangat minim untuk recording, dan action camera entah di mana, alhasil balik lagi mendokumentasikan perjalanannya via tulisan aja di blog ini huehehehe. Ada aja cobaannya kalau mau mulai bikin vlog, mungkin belum waktunya (sorry, guys :P).

Homestay-ku hanya 10 menit berjalan kaki dari Pantai Tanjung Tinggi,  jadi dalam sehari bisa bolak-balik ke pantai tiga kali :p

 

Pasti udah banyak yang sering bolak-balik liburan ke Belitung. Kenapa Belitung bisa jadi pilihan tepat untuk berlibur khususnya bagi yang tinggal di Jakarta? Karena tiket pesawatnya murah kalau dibeli dari jauh-jauh hari. Bisa Rp.500 ribu pulang-pergi dengan maskapai seperti Sriwijaya Air atau NAM Air. Alasan kedua, destinasi wisatanya ada banyak banget dari mulai laut hingga kota. Oke sekarang kita bahas lebih detail untuk poin kedua ini. Ke Belitung tuh jalan-jalannya ke mana aja sih?

1.Island Hopping

Who doesn’t love beach? Apalagi kalau pantainya sebersih, sejernih, dan secantik Belitung. Secara umum, Belitung terbagi jadi dua wilayah, yaitu Belitung Barat dan Belitung Timur. Pantai-pantai yang cantik ini letaknya di Belitung Barat. Ada banyak banget pulau yang bisa kamu kunjungi kalau ke Belitung.

Untuk melakukan Island Hopping di Belitung, bahkan satu hari pun cukup. Kalau cuacanya lagi bagus, kira-kira bisa 6-7 pulau yang kamu kunjungi. Tapi kalau cuacanya lagi buruk, jangan harap deh bisa mengunjungi lebih dari 3 pulau (Flash tip: sebaiknya jangan kunjungi Belitung menjelang akhir tahun). Nggak main-main, ombaknya gede dan tinggi banget sampai bisa masuk ke dalam kapal dan membuat basah semua penumpang. Saya pernah mengalami hal itu waktu lagi bawa tamu lansia (yang sosialita) waktu island hopping di Belitung. Semua histeris dan komat-kamit berpikir bahwa akan meenemui ajalnya di situ. Saya dan awak kapal malah teriak-teriak senang kalau ada ombak besar datang menghantam hahahaha (awas kualat lu!).

Pulau apa aja sih yang biasa dikunjungi oleh wisatawan?

Pulau Kelayang

Yang terkenal dari pulau ini adalah goanya, yaitu Goa Kelayang. Dari foto maupun vlog para travelblogger, biasanya pasti ada spot foto di bawah ini. Nah, saya kira yang dimaksud Goa Kelayang adalah yang itu, celah di antara batu-batu pelangi. Ternyata bukan, goanya adalah literally goa, tempat para kelelawar bersarang. Nggak banyak yang tau, biasanya hanya warga lokal atau wisatawan yang penasaran. Saya pun mengunjungi goa tersebut dengan Om Alpian, penduduk asli Belitung yang tinggal di Jakarta. Biasanya dia akan mampir ke sini kalau lagi pulang ke Belitung. Untuk ngecek apakah para kelelewar itu masih terjaga habitatnya.

Nggak mudah buat sampai di goa itu, kita harus turun-naik batu besar yang licin, lembab, dan gelap. Kira-kira butuh waktu sepuluh menit untuk akhirnya bisa tiba di goa. Benar aja, ada banyak sekali kelelelawar di sana-sini. Sayangnya, kata Om Alpian, jumlah itu ternyata nggak sebanyak waktu dulu, bisa terlihat jelas dari jumlah sarangnya yang sudah berkurang banyak. Banyak wisatawan usil yang membawa sarang kelelawar bahkan yang masih ada bayi kelelawar di dalamnya. Duh, tolong ya, kalau mengunjungi tempat wisata itu jangan mengambil apapun selain foto (itupun harus lihat kondisi, saya sama sekali nggak foto atau merekam Goa Kelayang karena menghormati para kelelawar yang tinggal di sana).

Spot hits yang mungkin sering muncul di sosial mediamu. Iya atau iya?

Pulau Kepayang

Yang ini adalah pulau fenomenal. Di sana ada restoran yang mahal banget harga makanannya. Untuk satu orang kamu bisa kena ongkos makan seharga Rp.50 ribu untuk menu makanan yang seadanya. Setelah makan, bisa jadi kamu diminta lagi “ongkos duduk” seharga Rp.15 ribu. Duh, sekarang mau duduk aja bayar! Jadi, jangan seenaknya beli-beli makanan ya kalau lagi Island Hopping di Belitung khususnya di Pulau Kepayang. Tanya dulu harganya dan pastikan nggak ada biaya tambahan.

Pulau Burung

Sebenarnya ada dua pulau yang bernama Burung. Alasannya, simpel karena bentuk batu-batunya mirip burung. Biasanya disebut juga Burung Garuda dan yang satu lagi disebut Burung Mandi. Kamu bisa mampir kalau ingin foto-foto. Karena sudah terlalu kenyang dengan foto-foto, saya nggak mampir cuma lihat dari jauh aja.

Pulau Batu Berlayar

Samaaaaaaaa! Isinya ya batu-batu besar yang biasa dikunjungi untuk foto-foto. Udahan ah foto-fotonya mau cepet-cepet minum kelapa di Pulau Lengkuas!

Pulau Lengkuas

Ini dia pulau yang paling gampang diinget dan wajib dikunjungi, karena ada  mercusuar putih yang menjadi ikon dari pulau di Belitung. Mercusuar ini adalah buatan Belanda yang dibangun pada tahun 1882 guna untuk mengamati kapal yang mondar-mandir di Belitung. Pertama kali dengar, saya curiga kenapa dinamakan Lengkuas. Apakah karena bentuk pulaunya mirip lengkuas? Memang bentuk lengkuas kayak gimana coba? Atau banyak budidaya lengkuas?

Ternyata karena asal mulanya saat jaman Belanda, pulau ini dinamakan Pulau Lighthouse yang berarti Mercusuar. Namun seiring dengan pelafalan warga lokal, kata Lighthouse diserap dan berubah menjadi Lengkuas (?). That’s what happened he..he..

Di pulau ini kamu juga bisa jajan mie cup, minum kelapa, pasang hammock, dan lagi-lagi, foto-foto bersama batu-batu besar.

Pulau Leebong

Nggak banyak orang pernah mampir ke pulau ini, karena nggak akan cukup waktu sejam-dua jam buat mengunjungi pulau ini. Dengan kata lain, ada banyak sekali hal fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan oleh pulau ini seperti jembatan panjang menuju dermaga, sepeda untuk berkeliling, hammock, vila, penginapan, watersport, dan Hutan Mangrove. Malah banyak juga tour & travel yang menawarkan paketan trip 3 hari 2 malam khusus hanya untuk menginap di pulau ini. Pulaunya sepi, cantik, dan luas. Cocok buat yang pengin cari pantai tenang di Belitung, khususnya yang nggak banyak orang foto-fotonya karena nggak ada batu-batu besar ha..ha..

Daaaan masih banyak pulau lainnya yang nggak bisa disebutin semuanya sekaligus. Mostly, jasa tour & travel pasti mengunjungi pulau-pulau yang udah saya sebutin tadi. Yuk, kita lanjut ke wisata lainnya di Belitung!

 

2. SD Replika Laskar Pelangi

Setelah kenyang menikmati pulau-pulau cantik di Belitung Barat, mari kita beralih ke Belitung Timur, tempat di mana terdapat wisata seperti SD Replika Laskar Pelangi. Flash tip: tetap gunakan sunblock meskipun kamu tidak ke pantai, karena Belitung Timur sangat panas. Tahu apa yang membuat Belitung Timur sangat panas? Adalah karena Belitung Timur adalah pusat penambangan timah. Jadi bukan karena panas matahari, melainkan panas kawasan industri.

Kenapa dinamakan Replika? Karena bangunan sekolah asli yang dipakai shooting sudah dirobohkan, dulu shooting-nya di Pantai Tanjung Tinggi, tempat batu-batu besar yang nggak perlu nyebrang pulau, tepatnya di Belitung Barat tentu saja. Bangunan yang sama kemudian dibuat agar orang-orang dapat merasakan langsung seperti apa kondisi SD Gantong yang hampir roboh itu. Isi kelasnya pun lengkap dengan papan tulis, meja, kursi, bendera, dan foto-foto pahlawan seperti di film.

Pas lagi seru-serunya main sama Ariel dan Putri, tau-tau rombongan kru Trans TV dateng mau syuting reality show Katakan Putus.

……..

Here? I mean, like………………

Oke, sip.

 

 

Ticket Price: Rp.3.000/orang

 

3. Kampung Ahok

Ada pengalaman lucu yang terjadi saat saya bawa rombongan Kakek-Nenek ke sini, mereka yang sangat anti-Ahok memutuskan untuk tidak turun dan marah-marah minta ke tempat lain saja. Padahal bukan itu poin yang kami tawarkan sebagai travel organizer, melainkan pemahaman bagaimana sosok Ahok secara tidak langsung mampu menyokong local communities yang jadi punya penghasilan dengan membuat kerajinan tangan dan penganan khas. Hal ini tentu jadi pembelajaran untuk kita bahwa upaya untuk mendukung UKM bisa dalam wujud apa saja, agar dapat menggerakkan atau berkontribusi untuk ekonomi setempat.

Setelah melihat-lihat souvenir khas Ahok, kamu juga bisa mampir ke rumah Pak Ahok yang boleh dimasuki halamannya, seperti terbuka lebar untuk siapa saja yang mau singgah. Rumahnya cukup besar, tapi saya nggak foto karena para tamu sudah “esmosi” untuk segera berpindah tempat.

Beberapa hasil karya warga setempat yang dijual

Ticket price: Free

 

4. Museum Kata Andrea Hirata

Siapa yang nggak kenal sama tempat yang satu ini? Bangunan warna-warni yang sangat sayang kalau dilewatkan buat nggak foto-foto. Di dalam museum ini ada banyak lukisan karya Andrea Hirata, juga banyak quotes beliau yang dibuat menjadi pajangan. Menariknya, untuk masuk, pengunjung harus bayar Rp.50 ribu. Awalnya warga setempat protes dengan biaya yang dirasakan cukup mahal, tapi pengelola bersikeras mengatakan bahwa dengan harga segitu pengunjung sudah mendapatkan buku karya Andrea Hirata. Permasalahannya, bagaimana kalau kita sudah punya bukunya?

 

Tikcet price: Rp. 50.000/orang

5. Rumah Keong

Ini adalah wisata baru bikinan pemerintah setempat yang letaknya tepat di depan SD Replika Laskar Pelangi. Sebenarnya nggak ada apa-apa selain anyaman rotan berbentuk keong ukuran jumbo dan bisa dimasuki dan ada juga dermaga dengan kapal-kapal untuk berkeliling.

Rumah Keong yang cucok buat main petak umpet :p

 

Dermaga di samping Rumah Keong

Ticket price: Rp. 5.000/orang

 

6. Danau Kaolin

Wisata ini letaknya di pinggir jalan, jadi pasti ngelewatin kalau dari Bandara mau ke Belitung Barat tempat pantai-pantai cantik berada. Oya, sekarang udah nggak bsiamasuk karena katanya ada pemuda yang tenggelam dan meninggal di danau, jadi kamu cuma boleh foto di luar pagar. Ternyata nggak begitu sama dengan Danau Cigaru di Tangerang. Yang di Belitung airnya lebih hijau tosca, sedangkan milik Cigaru berwarna biru bening. Saya sudah pernah tulis seperti apa Telaga Biru Cigaru, baca di sini. Kira-kira, bagusan mana sama Telaga Biru Cigaru punya Tangerang? :p

Ticket Price: Free

 

7. Kopi Kong Djie

Terus terang, saya senang berburu kopi kalau lagi travelling. Menikmati kopi dari tiap daerah adalah bagian dari mengenal budaya mereka. Melalui kopi itu, kita bisa sedikit melihat dan menerka kira-kira seperti apa kepribadian warga lokal (nah lho, maksudnya gimana yak?). Kopi Kog Djie adalah yang paling terkenal di Belitung dan sudah franchise di mana-mana di Belitung. Warung kopinya yang pertama justru sangat kecil dan terletak di pinggir jalan di daerah Belitung Timur. Saya beberapa kali mampir ke Warung Kopi Kong Djie. Terus terang, saya pecinta kopi hitam dan paling nggak bisa minum kopi susu. Saya pikir itu hanya berlaku untuk kopi saset, maka saya sok-sokan pesan Kopi Susu Kong Djie yang katanya juga nggak kalah enak. Jeng jeng… setelah itu saya muntah-muntah saudara-saudara. Padahal kopinya memang benar enak! Memang dasar perut saya yang picky dan sukanya yang ekstrim-ekstrim.

Ini tersangkanya (kopi susu), harganya murah hanya Rp.10 ribu saja. Sedangkan kopi hitam hanya RP.8 ribu.

 

8. Wisata Kuliner Khas Belitung: Mie Atep

Di dekat tugu Batu Satam (batu khas Belitung yang biasa dipakai buat cincin batu, bapak-bapak pasti tau nih), terletak kedai pelopor Mie Atep khas Belitung. Mie ini sangat legendaris, sampai-sampai orang-orang terkenal dari mulai artis, mantan presiden, tokoh politik, dan lainnya pasti makan di sini kalau berkunjung ke Belitung (ada fotonya di dinding). Rasanya enak bangettttttttt tapi sayang porsinya terlalu sedikit (dasar kang makan!). Banyak yang bilang katanya Mie Atep ini nggak halal. Waktu saya laporan sama ibu saya setelah makan Mie Atep ini, ibu saya bilang ini nggak halal. Untung udah abis, kan kalau nggak tau nggak apa-apa :p

Jangan lupa pesan juga minuman khas Belitung, Es Jeruk Kunci. Semacam es jeruk yang dicampur dengan buah berwarna oranye yang dikeringkan, lalu dicampur dengan es jeruk manis sehingga nanti warnanya akan berubah menjadi oranye atau kuning. Saya sampai mual karena sehari bisa minum ini tiga kali untuk menetralisir panasnya cuaca Belitung. Tapi enak kok dan harganya murah hanya Rp. 3 ribu!

Sepiring cuma RP.10 ribu!

Itu dia list destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi kalau ingin liburan ke Belitung! Untuk penginapan ada banyak banget pilihan hotel, hostel, atau homestay yang bisa kamu pilih. Ada satu penginapan yang saya suka dan recommended banget! Kamu bisa  baca di sini.

Kalau nggak mau repot dan butuh guide buat keliling Belitung boleh banget kok kontak Naya, siaga 24 jam hehe. Selanjutnya saya akan posting wisata anti-mainstream di Belitung. Ditunggu ya!

0 In Lifestyle

Menginap A la Bule di Belitung

Pernah nggak kamu mau liburan ke luar kota tapi malah lebih excited untuk ngerasain tempat menginapnya?

It happened to me once, especially when I visited Belitung last month. Ya excited juga sih buat eksplor Belitung apalagi menikmati pantai-pantai cantiknya. But, baru kali ini, di Indonesia, bakalan nginep di……. I don’t know which word to define it, hostel?

Well, sebenarnya hostel jenis ini biasa aja kalau di luar negeri (sebagian orang menyebut hostel jenis ini sebagai dorm), malah konsep ini tergolong budget hostel yang kadang mau nggak mau jadi pilihan kalau kamu backpacking hemat. Kebayang kan gimana deg-degannya kalau sekamar sama bule-bule atau orang asing berbeda kebangsaan. Belum lagi kalau mereka pulang tengah malam after party dan bau alkohol. Yuck!

Kalau di Indonesia, masih jarang banget penginapan yang menerapkan konsep seperti ini, meskipun sudah banyak di beberapa daerah. Salah satunya adalah di Belitung. Nggak mentang-mentang satu kamar untuk delapan orang, kemudian budget hostel dibuat asal-asalan. Asal bisa tidur, asal ada kasur, sukur-sukur dapat lemari atau laci. You wish! Tapi kalau di Indonesia, budget hostel justru dibuat sangat menarik dan nyaman, juga ada laci tentunya. Kita liat Dric’s House, satu-satunya budget hostel dengan fasilitas oke punya yang ada di Belitung.

Satu kamar untuk delapan orang. AC -nya dua kok!

 

No smoking Uyeaaah! Beda banget sama hostel abal di luar yang sering ngebiarin tamunya merokok di dalam kamar

 

Karena saya menginap di hari biasa atau weekdays, jadi Dric’s House nggak terlalu ramai. Orang-orang baru saja check out kemarin saat hari Minggu, kata room boy. Jadi, saya bisa milih deh mau di tempat tidur yang mana hehehe. Oya, untuk laki-laki kamarnya di lantai atas, yang di bawah khusus untuk perempuan. Jadi, meskipun sekamar dengan orang lain, kita nggak akan sekamar dengan lawan jenis, nggak kayak di luar negeri ya yang bisa sekamar dengan siapapun.

 

Milih yang bawah dan paling pojok dekat dinding

 

Saya juga sangat excited menebak-nebak seperti apa teman sekamar di hostel nanti. Karena konsep penginapan seperti ini masih jarang di Indonesia, jadi mungkin kebanyakan orang masih belum terbiasa untuk berbagi kamar dengan orang lain. Yang ada di pikiran saya waktu itu adalah, pasti yang menginap di sini sudah sering backpacking ke luar negeri, jadi sudah terbiasa dengan budget hostel. Nah, teman sekamar saya katanya orang Jakarta juga, tapi kami nggak pernah tatap muka karena saat saya bangun subuh dan berangkat untuk jalan-jalan, dia belum bangun dan saat saya pulang dia sudah di dalam “sarangnya” dengan menutup “tirai” sambil menelpon pacarnya yang orang bule (lah, nguping :p).

Ibu resepsionisnya bilang, tamu yang menginap di sini banyaknya bule. Malah sempat ada bule yang menginap sampai satu bulan. Padahal sebelum memutuskan menginap di sini dia tanya-tanya doang lalu keliling membandingkan dengan hostel lain, lalu ujungnya balik ke Dric’s House lagi.

 

Mentang-mentang di kasur atas nggak ada orang, semena-mena jemur kaos kaki di tangga. Nggak boleh dicontoh ya :p

 

Menariknya, di Dric’s House ini juga disediakan Happy Corner, yaitu ruang khusus buat nonton film atau buku karena disediakan banyak sekali DVD dan buku, letaknya di lantai dua. Saya hanya foto satu sudutnya, yang satu lagi di tempat ada TV LCD-nya backlight.

Kalau lagi nunggu dijemput, saya bisa sambil baca-baca di sini

 

Kamar mandinya di setiap lantai ada tiga, jadi nggak perlu khawatir berebutan karena semua pasti kebagian. Kalau kamu malas bawa sabun dan sampo, di sini disediakan, tapi tentu saja nggak ada sikat gigi ya karena ini hostel bukan hotel. Ada air hangat juga, karena meskipun cuaca di luar panas, Belitung sangat dingin kalau malam. Buat orang yang terbiasa mandi sebelum tidur, ini sangat membantu.

 

Bersih dan kering. Jadi betah….. #eh

 

Wastafelnya bagus. I love every corner of this hostel!

Enaknya lagi menginap di sini adalah kamu akan mendapatkan sarapan yang nggak asal-asalan. Setiap pagi disediakan roti, selai, kopi, dan teh di meja makan. Tapi selain itu ada juga nasi uduk, besoknya saya dikasih nasi kuning. Saya pikir hanya roti aja kayak penginapan pada umumnya. Entah apakah ini sang penjaga hostel yang sangat berbaik hati karena melihat saya kurus, eh salah maksudnya, apakah karena tamu sedang tidak terlalu ramai jadi turut dibelikan (kayaknya sih ibunya memang beli nasi itu buat . sarapan bareng keluarganya) atau memang standar pelayanannya seperti itu. Kapan-kapan saya coba menginap lagi di situ pas high season deh ha..ha..

Tapi beneran, baik ibu resepsionis maupun sang room boy yang merupakan suaminya baik dan sopan banget. Saya bahkan sampai pinjam mukena, setrikaan, pinjam jemuran (kok nggak tau diri ya). Pemilik hostel ini apalagi, ramah dan baik hati, Bu Jusni. Nice to meet you, Bu!

Meskipun ada ruang tamu di dalam, ngobrol di luar pun menyenangkan. Ada TV kabelnya juga, nobar bola enak nih haha

 

Benar-benar nggak akan lupa pengalaman menginap di Dric’s House yang super nyaman dan asik. Di sini kamu juga bisa menyewa motor atau mobil kalau mau eksplor Belitung sesuka hati. Saya ditawarin awalnya, tapi karena nggak bisa nyetir, jadi cari teman yang bisa nyetir aja ha..ha..

Lokasi dekat bandara, dekat Danau Kaolin, harga juga murah banget cuma Rp. 150.000 sudah termasuk sarapan. What a nice staycation! I swear I’ll be back here later! 

 

Dric’s House

Jl. Jend Sudirman RT 028 RW 010, Air Rayak, Perawas,

Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung 33411

0878-7748-7888

 

The Hijabtraveller,

 

Nay.

0 In technology/ tips & tricks

Ruangguru, Quipper, Zenius, Mau Pilih Mana?

Masih berkaitan dengan postingan sebelumnya tentang les bimbel vs les online, selanjutnya banyak yang tanya lebih bagus mana Ruangguru, Quipper, atau Zenius, karena ketiganya adalah start-up di bidang pendidikan yang dapat membantu belajar via online. Di postingan sebelumnya, aku hanya menyebut Ruangguru karena memang menurutku Ruangguru jauh lebih unggul dari berbagai aspek. Agar lebih afdol, mari kita bedah satu per satu kelebihan dan keunggulan ketiganya.

Di zaman yang serba mudah ini, belajar pun bisa lewat online. Sudah ada beberapa fasilitas belajar berbasis teknologi yang dapat menjadi pilihan, seperti Quipper, Ruangguru, dan Zenius. Namun ketiganya punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Alasan terbesar aku menggunakan Ruangguru adalah karena hanya ia yang memiliki fasilitas belajar IELTS/TOEFL, sehingga bukan hanya anak sekolah, (former) karyawan seperti aku pun bisa belajar di Ruangguru. Apalagi sekarang semua orang dewasa membutuhkan sertifikat IELTS/TOEFL, baik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau melamar kerja. Lain dengan Ruangguru, Zenius dan Quipper hanya fokus kepada materi belajar sekolah dari mulai SD hingga SMA. Ruangguru menyediakan fasilitas belajar untuk usia yang lebih beragam, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga umum.

Home Zenius yang terlalu monoton namun simpel

 

Home Ruangguru dengan slide bar yang lumayan membantu karena fasilitas yang diberikan cukup banyak

 

Home Quipper dengan Maudy Ayunda sebagai pemanis laman

Bicara soal harga, Ruangguru memang sedikit lebih mahal dibanding Zenius, tapi kualitas guru dan fasilitas yang diberikan jauh lebih berkualitas dan lengkap. Ibarat kata, ada uang ada barang. Guru-guru di Ruangguru lebih interakif dibanding yang lainnya, bahkan dibandingkan Quipper yang  menurut saya gurunya terlalu bertele-tele ketika mengajar.

Meskipun ketiganya adalah perusahaan teknologi, ternyata nggak semuanya punya aplikasi yang mumpuni. Quipper punya aplikasi, namun masih jauh lebih bagus aplikasi milik Ruangguru, yang mudah digunakan dan tampilannya lebih wow. Bahkan Zenius tidak punya aplikasi meskipun sudah lebih lama muncul dibanding yang lain, yaitu sudah sepuluh tahun semenjak awal didirikan.

Sebagai media belajar visual, tentu video jadi penilaian utama sebagai sarana penunjang belajar. Video yang ditawarkan oleh Ruangguru jelas lebih menarik karena menggunakan animasi, itu juga salah satu alasan yang mungkin bikin aplikasi Ruangguru lumayan berat, coba deh cek di ruang belajarnya. Sementara video yang diproduksi Quipper menurutku terlalu lama dan kadang bahkan tidak ada judul, pun video di Zenius terlalu monoton karena dibuat hanya dari tulisan tangan.

Contoh fasilitas Ruangbelajar milik Ruangguru. Benar-benar seperti tatap muka dengan guru di kelas kan?

Sayangnya, banyak yang belum tau soal Ruangguru. Orang-orang mungkin lebih kenal Quipper karena dipormosikan dengan Maudy Ayunda sebagai brand ambassador. Quipper pun lebih banyak iklannya dan gencar melakukan roadshow ke sekolah-sekolah. Meskipun Ruangguru lebih unggul dari berbagai sisi, soal pemasaran saya akui memang belum semaksimal yang lain.

Dari semua perbandingan di atas, sudah sangat jelas merk mana yang lebih unggul. Itulah alasannya kenapa saya sangat mengungguli Ruangguru dibanding yang lainnya. Ruangguru pun jauh lebih mudah digunakan dan dapat diakses di mana saja dari mulai PC, Android, maupun Apple. Fasilitas dan layanan yang diberikan juga jauh lebih baik dibanding yang lainnya. Aplikasi Ruangguru benar-benar mempermudah siapapun untuk belajar dan bisa dianggap sebagai revolusi pendidikan abad 20-an. Salut buat Belva dan Iman Usman sebagai Co-founder Ruangguru!

 

 

0 In puisi

Sajakrasa290917

Jangan pernah mengambinghitamkan kata perjuangan
BJ Habibie meraih mimpi setelah berhasil memenangkan liku cintanya
Rangga berusaha berdusta, menyebrang benua hingga terlampau masa
Namun semesta menghadiahkan kesetiaannya dengan cinta
Ketakutan membelenggumu dan kau memilih tak berdaya
Layaknya Air Mata yang harus diseka
Semua ada harganya
Termasuk perasaan yang kau dustakan

 

0 In technology/ tips & tricks

Menemukan Guru Privat Berkualitas di Ruangguru

Sejak lulus dari UI, sering banget ditanya apa tips-nya biar bisa masuk UI. Khususnya perihal: Dulu les di mana? Ambil program apa? Berapa lama?

Bicara soal les bimbel, dulu aku memang pernah ikut bimbel di Nurul Fikri khusus untuk program persiapan ujian masuk PTN. Waktu itu cuma les sebentar karena les bimbel menurutku kurang efektif, jadi ending-nya aku belajar sendiri. Mau privat pun bingung karena aku rada picky untuk milih guru. Kalau ditanya kira-kira sebaiknya ambil les di mana, aku nggak menyarankan les bimbel karena berdasarkan dari pengalaman yang pernah kupunya, menurutku jauh lebih efektif untuk les privat. Pertanyaannya, di mana kita bisa menemukan guru privat yang berkualitas? Aku akan bahas nanti, sambil menjelaskan tiga poin utama kenapa les bimbel kurang efektif berdasarkan dari pengalamanku les di Nurul Fikri:

SATU. Dari segi pengajar, les bimbel menyediakan guru-guru yang kita sama sekali nggak tau latar belakangnya dan nggak bisa milih juga, sementara nggak semua guru akan cocok cara mengajarnya dengan kita. Les privat tentu lebih meyakinkan, tapi masalahnya, cari guru privat yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan kita nggak semudah itu. Kita harus tau beberapa hal utama tentang calon guru seperti lulusan mana, metode belajarnya seperti apa, dan track record mengajarnya (ini penting banget kalau kita dapat rekomendasi guru privat dari mulut ke mulut).

Enaknya kids zaman now, saat ini makin banyak fasilitas belajar online seperti halnya Ruangguru. Aku sebut Ruangguru karena memang menurutku Ruangguru adalah jasa les online yang paling bagus dari yang lain. Keunggulan yang paling menguntungkan ya itu tadi, kita bisa pilih guru privat yang kita mau dilihat dari lulusan mana, bahkan banyak juga yang lulusan luar negeri, seperti Monash University, University of Stavanger Norway, Madison Collage, dll. Selain jelas berasal dari kampus mana, setiap guru di Ruangguru juga memiliki review dari murid atau orang tua murid. Bukan sekadar rating berupa angka, review juga berupa penjelasan mengenai pengalaman belajar murid bersama sang guru. Ada juga detail tarif mengajar yang sangat berguna untuk disesuaikan dengan kemampuan kita membayar. Dari detail-detail itu murid bisa bebas memilih guru yang mana untuk menjadi mentor privat. Nggak akan ada lagi istilah beli kucing dalam karung. Masalah terbesar telah terpecahkan!

DUA. Les bimbel itu capek. Pertama, jadwal sudah ditentukan dan nggak bisa diganggu gugat. Kebayang kan setelah seharian belajar ditambah pendalaman materi IPA untuk persiapan Ujian Nasional (karena waktu itu ambil jurusan IPA), masih harus belajar lagi di tempat bimbel sampai malam. Kadang muncul niat jahat buat bolos dan istirahat aja di rumah. Daripada dipaksa terus jadi sakit, kan? Kedua, waktu itu aku ngalamin les pindah-pindah cabang. Hari ini di Nurul Fikri cabang Rawamangun, besoknya di Nurul Fikri cabang Cempaka Putih karena ingin konsultasi dengan seorang guru yang hari itu adanya di cabang lain. Hal begini yang nggak akan terjadi kalau kita les privat di Ruangguru. Kapan pun dan di mana pun kita bisa konsultasi jika sudah buat appointment dengan guru (bahkan komunikasi dapat langsung dilakukan melalui chat). Nggak akan ngerasa capek lagi, karena les bisa dilakukan di rumah dengan hanya bermodalkan koneksi internet. Sesimpel itu!

TIGA. Ini faktor ketiga yang nggak kalah penting. Sebagai orang yang gampang bosan, les bimbel adalah hal yang sangat mubazir karena metode pengajaran umumnya sama dengan di sekolah; yaitu penuturan. Asiknya di Ruangguru, metode belajar jauh lebih menarik karena disediakan video belajar berbentuk animasi. Kalau butuh diulang, tinggal repeat videonya. Beberapa video bahkan juga disediakan di Youtube dan bisa diakses secara gratis oleh siapa saja, sekalipun bukan pengguna aplikasi Ruangguru. Bukan sebagai murid aja bisa kebantu banget belajar via Youtube Ruangguru, apalagi kalau jadi murid, kan?

Itu dia tiga hal utama yang bisa digunakan sebagai pertimbangan mengapa les bimbel kurang efektif. Lagi-lagi, ini berdasarkan pengalamanku, jadi mungkin berbeda dengan orang lain. Kesimpulannya, belajarlah dengan guru privat yang sudah teruji kualitasnya seperti ruang les yang ada di Ruangguru. Sebenarnya, masih banyak keunggulan Ruangguru yang belum aku jabarkan, seperti website yang mudah dipahami, selalu update kurikulum terbaru, dan dapat menjadi ruang belajar untuk semua kalangan dari mulai usia SD sampai kebutuhan umum. Apalagi buat yang juga kepengin masuk UI, bisa langsung privat dengan alumni UI yang ada di Ruangguru. Bahkan ada juga lulusan PTN favorit lainnya seperti ITB, UNJ, UPI, dan lain-lain. Sambil belajar juga bisa sharing seputar dunia perkuliahan, enak kan?

Selamat belajar dan semoga nanti kamu juga bisa pakai jaket kuning ya!